Sekitar setahun lalu, Pemprov DKI Jakarta mengadakan proyek penambahan armada untuk bus Transjakarta dan bus sedang. Kala itu, atas persetujuan Gubernur Joko Widodo yang diketahui wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama, penambahan yang terjadi besar-besaran, lebih kurang seratus bus.Ditahap awal, proyek pengadaan bus ini berjalan hampir tanpa masalah. Sampai kemudian, Ahok, sapaan Basuki, mendapat kabar, bus buatan China yang baru saja dioperasionalkan di beberapa koridor mulai terlihat kerusakan.Ahok melakukan penyelidikan. Dia menemukan keganjilan, spesifikasi bus yang direncanakan sangat jauh berbeda dengan yang tiba di Jakarta. Hal itu lantas dia laporkan ke Jokowi, sapaan Joko Widodo.Saat itu Ahok kesal bukan main. Dia mengaku jera membeli barang buatan China. Lucunya, hampir setahun berlalu, kini Ahok berubah pikiran. Dia mendadak kesengsem lagi dengan produk China.Beginilah plin-plannya Ahok soal pembelian barang berlabel buatan China:
Advertisement
Belum setahun didatangkan, bus Transjakarta baru buatan China sudah terbakar di Halte masjid Agung bermutu jelek. Ahok langsung memutuskan membeli produk bus dari China dan beralih ke pasar Eropa."Tahun depan beli mobil Eropa deh yang kelas atas. Jangan beli mobil yang merknya kita gak kenal," kata Ahok.Kejadian itu, tambah Ahok, cukup menjadi bukti bus kualitas China tak layak pakai. Untuk yang sudah terlanjur ada, kata Ahok, tetap dipakai tapi ke depannya tidak ada pemesanan lagi."Enggak akan nambah lagi bus dari China. Karena karatan-katan segala macam. Tapi kalau yang sudah ada tetap dipakai," tambahnya.Ahok justru makin tertarik dengan pesona bus buatan Eropa. Alasannya bus ini nyaman dan aman."Kami ingin fasilitas keamanan dan kenyamanan. Kita mau dorong orang ke bus. Kalau busnya sudah tidak aman, tidak nyaman, siapa yang mau naik?," ujar Ahok lagi.Salah satu bus yang membuat dia terpikat adalah bus gandeng asal Swedia Scania Euro 6. Dia menilai selain nyaman bus ini tahan lama.
Advertisement
Selain armada Transjakarta, armada bus tingkat pariwisata dan bus kota terintegrasi busway (BKTB) juga didatangkan dari China. Sama dengan Transjakarta, Ahok juga menyesalkan bus-bus yang didatangkan bermasalah."Bus pariwisata juga bermasalah. Kita maunya bus-bus itu kan memiliki standar internasional. Lima bus tingkat yang sudah didatangkan dari China itu sebetulnya memiliki lisensi internasional dari Australia. Adapun badan dan mesin bus tersebut bermerek Wai Chai dan dibuat di China," kata Ahok.Ahok heran kenapa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI tidak mencontoh Pemerintah Kota Solo yang memiliki bus tingkat dari pabrikan Eropa. Bus itu bisa langsung digunakan tanpa harus diuji coba terlebih dulu."Itu namanya konyol beli mobil kayak begitu. Kenapa mesti beli mesin baru dan diuji coba dulu di Dirjen Perhubungan Darat. Mana ada orang bodoh kayak begitu. Kalau beli mobil kan maunya sekali langsungpakai," ketusnya.
Advertisement
Produk China kini dengan mudah bisa ditemukan di Tanah Air. Mulai baju hingga gadget China dewasa ini makin berserakan di Indonesia.Lucunya, para produsen dalam negeri tak mampu bersaing dengan mereka. Alhasil, masyarakat lebih kenal dan gemar menggunakan barang-barang Made in China ketimbang produk dalam negeri.Melihat fenomena ini, Ahok berharap Indonesia bis memproduksi barang terutama produk kreatif yang lebih baik dari karya produk China.Pria yang akrab disapa Ahok itu mencontohkan, saat ini jika orang berlibur ke Jakarta, tak tahu akan membeli apa yang bisa dijadikan souvenir."Ketika ingin promosi Jakarta Baru, banyak orang bingung ke Jakarta mau beli apa. Kalau ke luar negeri, souvenir-souvenir yang kecil-kecil di desain unik oleh negaranya, tapi bedanya ada tulisan made in China. Kita ingin desain dari kita, made in pun made in Jakarta," kata Ahok."Kita ingin desain dari kita, made in pun made in Jakarta. Yang penting konsisten, tidak boleh kalah sama premanisme. Bangsa Indonesia tak mungkin kalah," ujarnya.
Advertisement
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pernah menghentikan pengadaan bus dari China karena banyak komponen yang berkarat. Tapi mendadak, Ahok malah kembali membeli ratusan bus dari China."Kalau dia (perusahaan bus asal China) bisa menjamin service-nya, ya tidak masalah," ungkap Ahok.Alasan Ahok ingin membeli bus tersebut karena salah satu merek akan dimasukkan ke dalam e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Merek bus tersebut adalah Foton.Menurutnya, Foton merupakan merek asli China yang produk buatannya sudah banyak digunakan di beberapa kota maju. Bahkan, kata Ahok, Amerika Serikat juga menggunakan merek bus ini untuk pengadaan transportasi massal."Kemarin saya bilang saja pas mereka tawari bus, 'kasih gue satu bus dulu dong buat dibuktikan kalau barang lo bagus'. Kalau dikasih gratis, kita enggak boleh suzon (berpikir negatif) dong. Foton ini mereknya jelas loh, busnya sudah berapa juta unit beroperasi di Beijing," tegasnya.