Pekan Rakyat Jakarta (PRJ) yang digelar di Monumen Nasional (Monas) dinilai tidak digarap secara maksimal. Sebab, produk yang dijual dianggap monoton dengan dominasi penjual pakaian saja."Tidak jauh beda sama pasar malam di kampung-kampung. Pembedanya cuma kerak telor sama di tengah kota saja," kata Andini pengunjung dari Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (13/6).Andini mengaku sudah bersusah payah datang ke Monas. Dari rumahnya dia mengaku naik KRL Commuter Line dan turun si Stasiun Gondangdia."Jalannya lumayan jauh, eh yang dilihat tidak menarik," keluhnya.Menurutnya, dibanding tenda-tenda resmi justru lebih banyak para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan. Barang yang dijual oleh PKL pun kebanyakan bikinan China. Perempuan ini juga makin risih dengan banyaknya sampah yang bertebaran karena minimnya petugas kebersihan. "Kotor, banyak sampah. Banyak juga orang yang merokok, bikin nggak nyaman," imbuh dia.
Warga: PRJ Monas kotor, nggak jauh beda sama pasar malam kampung
Selain banyak sampah bertebaran, warga mengeluh produk yang dijual oleh PKL hanya itu-itu saja.