E-budgeting siap, Ahok tidak perlu kerja hingga larut malam

Dengan sistem e-budgeting, pembahasan anggaran tidak perlu berlarut-larut.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
E-budgeting siap, Ahok tidak perlu kerja hingga larut malam
Tes HIV di Balai Kota. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merencanakan agar semua penggunaan Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) dapat termonitor. Sistem electronic budgeting (e-budgeting) sudah disiapkan dan akan segera digunakan.Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan sistem e-budgeting sudah selesai dan dapat digunakan. Sekarang hanya tinggal menunggu satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mengisi e-budgeting tersebut sesuai dengan pagu anggaran dan jenis kegiatannya."Sudah siap sistemnya. Tinggal isi pagu anggaran dan jenis kegiatannya. Jadi kita tidak lagi bicara soal pagu anggaran," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/12).Dengan diterapkannya e-budgeting Ahok merasa tidak perlu kerja hingga larut malam. Pasalnya kini setiap SKPD sudah bisa membahas program pembangunan yang akan mereka usulkan dalam secara internal."Saya sudah tidak mau kerja sampai pagi malem lagi ketemu kepala dinas terus membahas anggaran. Sekarang, mereka tinggal bahas sendiri, asalkan bisa masuk, langsung saya kunci. Kalau tidak sepakat juga sudah saya kunci. Jadi e-budgeting siap digunakan," ujarnya.Mantan Bupati Belitung Timur ini tidak mempermasalahkan jika ada pagu anggaran yang lebih besar dalam setiap program kegiatan asalkan dapat dipertanggungjawabkan. Tentunya dengan membuat spesifikasinya benar serta tidak ada permainan harga."Kalau memang satu SKPD membutuhkan lebih besar 100 kali lipat dari kemaren, juga enggak masalah. Asalkan satuannya jelas. Sekarang kejadiannya gitu toh. Masalah truk sampah yang harganya murah-murah tetapi dibuat jadi mahal," ungkapnya.Jika APBD tidak mencukupi, maka Pemprov DKI Jakarta akan mengadakan pengecekan. Di mana akan ditentukan mana lebih mendesak dan diperlukan oleh masyarakat."Kalau sampe enggak cukup nanti kita cari prioritasnya. Mana yang paling mendesak," tutupnya.

Rekomendasi