Sejak menunjukkan sikap berani menentang proses seleksi lelang camat dan lurah, Lurah Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Mulyadi banyak mendapatkan telepon. Sejak pagi, teleponnya berdering dari berbagai kalangan.Lurah kelahiran Solo itu mengatakan, beberapa pihak yang meneleponnya antara lain dari media, paguyuban masyarakat hingga staf Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Namun dirinya tidak menceritakan secara rinci."Dari tadi pagi banyak yang telepon saya, gara-gara sudah banyak berita yang muncul di media tentang pernyataan saya yang menentang kebijakan pak Gubernur, tapi saya santai saja," kata Mulyadi kepada wartawan, Jakarta, Selasa (30/4).Mulyadi mengatakan sebagian kaget dengan alasannya. Banyak juga yang mendukung penuh. "Mereka umumnya kaget dengan pernyataan saya, mereka mempertanyakan kenapa, tapi justru mereka banyak yang mendukung, tapi ada juga yang hanya sekadar mempertanyakannya," beber Mulyadi.Mulyadi menegaskan, tetap pada pendapatnya sejak awal. Dirinya mengaku siap menghadapi segala bentuk sanksi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta."Pernyataan saya benar, nggak ada yang perlu ditakuti, saya siap menghadapi risikonya," ujar Mulyadi.
Berani tantang Jokowi, Lurah Warakas mengaku ditelepon staf Ahok
Dia mengaku siap menghadapi segala bentuk sanksi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Rekomendasi