Jokowi dan Foke absen dalam diskusi mengenang Henk Ngantung

Hanya tim sukses Jokowi yang hadir. Sementara kubu Foke tidak muncul.

Aryo Putranto Saptohutomo
Jokowi dan Foke absen dalam diskusi mengenang Henk Ngantung
foke-jokowi. ©2012 Merdeka.com/djokopoerwanto

Pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) serta Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) tidak hadir dalam diskusi mengenang Henk Ngantung. Padahal, istri mendiang Henk Ngantung, Evelyn Misesa Ngantung, sangat berharap keduanya hadir. "Tapi nggak apa-apa," kata Evelyn kepada merdeka.com, Sabtu (8/9) sore. Hanya tim sukses Jokowi yang hadir.Sore hari ini, kediaman mendiang mantan Gubernur DKI Jakarta Henk Ngantung mendadak ramai. Hal itu karena beberapa orang berinisiatif menggelar acara bincang-bincang bertajuk Mengenang Henk Ngantung, Sang Seniman Sang Gubernur.

Para undangan sudah berdatangan sejak pukul 14.00 di rumah beralamat di Jalan Dewi Sartika, Gang Jambu, RT 007 / RW 04 Cawang, Jakarta Timur. Hadir beberapa tokoh, yakni wartawan senior Aristides Katoppo dan Alwi Shahab, serta sutradara Gotot Prakosa. Acara ini dipandu Harry De Fretes.Menurut Silaban, sebagai salah satu penggagas acara ini, mereka bermaksud mengetuk hati pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan para calon gubernur serta wakil gubernur. Hal ini berkaitan dengan nasib Evelyn seakan diabaikan oleh pemerintah kota. "Selain itu kami menantang para calon gubernur dan wakilnya buat menjadikan rumah ini sebagai pusat seni budaya Jakarta," kata Silaban. Dia mengatakan sudah mengirimkan undangan kepada tim sukses Jokowi dan Foke serta buat para seniman.La Ode Budi, salah satu perwakilan tim sukses Jokowi menyampaikan permohonan maaf karena Joko Widodo sedang ada kepentingan mendesak di Surakarta. "Tetapi, kami akan mencatat seluruh ide dan harapan dari acara ini buat diteruskan kepada beliau," kata La Ode. Sementara dari kubu Foke-Nara tidak hadir perwakilan.Hendrik Hermanus Joel Ngantung, biasa disapa Henk Ngantung, adalah mantan gubernur DKI Jakarta 1964-1965. Dia diangkat langsung oleh Presiden Ir. Soekarno. Paling istimewa, latar belakang dia adalah pelukis. Sayang dia hanya menjabat sebentar lantaran pecah peristiwa G 30 S dan dicopot dari jabatannya karena dituduh terlibat Partai Komunis Indonesia.

Rekomendasi