Putusan MA batalkan aturan motor lewat Thamrin tak perlu didebatkan

Jumat, 12 Januari 2018 19:36 Reporter : Ronald
motor dilarang masuk jalan protokol. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, pihaknya akan mematuhi keputusan Mahkamah Agung (MA) perihal pembatalan larangan sepeda motor melintas Jalan MH Thamrin. Nantinya Dishub akan berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk melakukan kajian yang komprehensif.

Andri mencontohkan, bisa diterapkan peraturan ganjil genap mulai pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB dan sore hari pada pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB.

"Opsi lainnya, tetap memberlakukan pembatasan kendaraan sepeda motor, tetapi diterapkan pada jam-jam tertentu. Apakah kita terapkan ganjil-genap. Atau pembatasan kembali, tetapi tidak dari jam 06.00 sampai 23.00. Tetapi, pembatasan dari jam yang sama diterapkan ganjil-genap," ujar Andri di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jumat (12/1).

Oleh karena itu, Andry meminta semua pihak agar tidak lagi memperdebatkan soal ini.

"Jadi kita sudah putuskan bahwa keputusan MA sudah tidak bisa diperdebatkan kembali, jadi laksanakan saja ya, tahapannya mau enggak mau kita copot rambu kita pastikan bahkan info dari anak buah saya kemarin itu sudah copot, kedua mau enggak mau karena pembatasan sepeda motor tidak hanya menyangkut masalah kemacetan tapi juga untuk tata ketertiban dan keselamatan," jelasnya.

Sehingga, dengan aturan baru ini ia akan mempertebal anggota yang berjaga. "Jadi kita tunggu hanya di jalan, tapi trotoar saya di bantu kepolisian mempertebal anggota jaga kawasan tersebut, sehingga kawasan tersebut bisa buat kendaraan dan juga perjalanan kaki," tuturnya. [eko]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.