Polsek Palmerah Tegaskan Bikin Laporan Gratis, Minta Warga Melapor jika Diminta Uang

Jumat, 25 November 2022 15:58 Reporter : Merdeka
Polsek Palmerah Tegaskan Bikin Laporan Gratis, Minta Warga Melapor jika Diminta Uang Polsek Palmerah. Antara

Merdeka.com - Polsek Palmerah memastikan tak ada biaya bagi warga saat membuat laporan. Pernyataan itu disampaikan Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdul Rohim merespons dugaan rasis dan pungutan liar dilakukan anggotanya terhadap seorang warga bernama Rezki Achyana.

"Buat laporan apapun semua gratis," kata Dodi menanggapi viral sebuah cuitan dari pemilik akun twitter @rezkiachyana, Jumat (25/11).

Rezki sebelumnya mengaku mendapat pengalaman tak menyenangkan saat membuat laporan kehilangan buku tabungan di Polsek Palmerah, Jakarta Barat. Anggota Polsek Palmerah yang menerima laporan disebut Rezki mengeluarkan kata-kata tak elok lantaran tak diberi uang saat membuat laporan.

Dodi mengatakan, Polsek Palmerah sudah sejak lama mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa tidak ada pungutan saat membuat laporan polisi (LP). Dodi menyebut sosialiasi itu disampaikan via media sosial dan banner-banner yang terpasang di beberapa titik Polsek Palmerah.

"Sudah kami sosialiasikan di IG kami, malahan di ruang penjagaan sudah ada. Laporan apapun tidak dipungut biaya. Itu sudah ada (banner) di SPKT, SKCK. Sudah kami sampaikan," ujar dia.

Dodi berjanji akan meningkatkan pengawasan di SPKT agar kejadian serupa tak terulang kembali. Anggota Polsek Palmerah yang diduga menghina dan meminta uang terhadap Rezki itu saat ini masih menjalani pemeriksaan di Provos Polres Jakarta Barat.

"Nanti pada saat pelaporan di SPKT ada piket reskrim untuk melihat. Provos juga akan monitor. Jadi nanti setiap laporan betul-betul terpantau semua," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Duduk Perkara

Anggota Polsek Palmerah bertindak rasis. Peristiwa itu bermula saat seorang warga membuat laporan kehilangan ke Polsek Palmerah.

Lewat akun @RezkiAchyana peristiwa itu disebut terjadi pada Kamis (24/11). Warga tersebut mengaku kehilangan buku tabungan.

"Habis buat laporan kehilangan di Polsek Palmerah Jakarta Barat. Setelah suratnya gua terima, gua bilang terima kasih," kata pemilik akun tersebut.

Entah apa di pikiran polisi yang menerima laporannya, tiba-tiba Rezki diteriaki rasis dan pelit.

"Polisinya bilang: "Terima kasih doang?". Gua jawab: "iya". Terus gua keluar ruangan, polisinya teriakin gua," ujar pemilik akun dalam cuitannya.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pasma Royce, meminta maaf atas perilaku tak pantas anak buahnya. Dia mengaku sudah bertemu dengan warga yang membuat laporan tersebut.

"Kapolsek dengan pihak pelapor sudah bertemu, kapolsek sudah sampaikan permohonan maaf dan diterima. Jadi artinya permasalahan sudah selesai," kata Pasma kepada wartawan, Jumat (25/11).

Sedangkan terhadap anggota polisi rasis berpangkat Brigadir tersebut, sudah dilakukan pemeriksaan. Anggota tersebut kini ditempatkan di penempatan khusus.

"Terhadap anggota brigadir ini sudah dilakukan pemeriksaan tadi malam kepada yang bersangkutan kita klarifikasi atas perbuatannya tersebut, dan kita sesuai prosedur sudah memberikan proses sanksi dan penempatan khusus," tegasnya.

Dia belum bisa membeberkan secara rinci terkait dengan sanksi apa yang diberikan terhadap anggota Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) tersebut.

"(Sanksinya) Ya nanti kita sesuai dengan pemeriksaan ya," ujarnya.

[gil]

Baca juga:

3 dari 3 halaman

Viral di Media Sosial

Sebelumnya, Seorang warga melalui akun Twitternya @rezkiachyana mengeluh usai membuat laporan kehilangan di Polsek Palmerah, Jakarta Barat. Pasalnya, ia sempat mendapatkan pelayanan yang kurang nyaman setelah membuat laporan tersebut.

"Habis buat laporan kehilangan di Polsek Palmerah Jakarta Barat. Setelah suratnya gw terima, gw bilang terimakasih. Polisinya bilang: 'Terimakasih doang?'. Gua jawab: 'iya'," ujar pria tersebut dalam akunnya, Jumat (25/11).

"Trus gua keluar ruangan, polisinya teriakin gua. 'Padang! Dasar Padang! Pelit!''," sambungnya.

Terkait hal itu, Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdul Rohim mengaku, dirinya sedang mencari pelapor yang sempat mendapat perlakuan rasis dari anggotanya tersebut.

"Sedang kami konfirmasi, dan kami sedang menghubungi yang bersangkutan untuk meminta maaf," kata Rohim saat dihubungi, Jumat (25/11).

Namun, ia tidak membeberkan secara pasti siapa dan apa jabatan serta pangkat dari anggota yang diduga bersikap rasis terhadap seorang warga setelah membuat laporan kehilangan tersebut.

Hanya saja, ia memastikan sedang mencari warga tersebut untuk meminta maaf atas perlakuan anggotanya kepada korban pelaporan kehilangan.

Baca juga:

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini