Penjelasan Kepsek SMPN 75 Soal Dugaan Intoleran Guru di Sekolah

Kamis, 11 Agustus 2022 22:01 Reporter : Lydia Fransisca
Penjelasan Kepsek SMPN 75 Soal Dugaan Intoleran Guru di Sekolah Ilustrasi belajar. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/donatas1205

Merdeka.com - Kepala Sekolah SMPN 75 Edi Krisnanto menampik kabar adanya intoleransi di sekolahnya. Ia mengatakan, pelayanan kepada anak-anak di sekolah sangat menghargai keragaman.

"Selama saya menjabat sebagai kepala sekolah di 75, saya belum pernah mengeluarkan aturan di mana mewajibkan anak untuk memakai jilbab. Pelayanan anak-anak kita di 75 sangat menghargai keragaman," kata Edi ketika dikonfirmasi pada Kamis (11/8).

Edi juga menceritakan kronologi munculnya kasus ini. Mulanya, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Ima Mahdiah mengunggah aduan pemaksaan penggunaan jilbab di media sosial pribadinya, pada Rabu (27/7) lalu.

Kemudian, Edi langsung menghubungi Ima di hari yang sama untuk mengklarifikasi unggahan tersebut. Edi langsung mendapatkan kontak pelapor dari Ima, dan berkomunikasi langsung dengan pelapor.

Namun, pelapor tersebut tinggal di Kemanggisan dan tidak memiliki anak yang bersekolah di SMPN 75. Berdasarkan keterangan Edi, pelapor mendapatkan kabar pemaksaan penggunaan jilbab dari temannya ketika ia ingin mencarikan sekolah untuk anaknya pada masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021.

"Saya bilang baru sekitar 10 bulan menjabat. Dia (pelapor) bilang berarti bukan di masa periode Bapak. Sebelum PPDB 2021 kan 2020, ya. Itu kan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kan enggak mungkin ada pemaksaan, kita liat anaknya saja engga ada. Anaknya di rumah," jelas Edi.

Edi juga telah memanggil dan menginterogasi seluruh guru sebelum ia menghubungi Ima. "Saya percaya sama guru saya. Saya juga mengadakan rapat dengan orang tua murid dan enggak ada keluhan sama sekali," kata Edi. [eko]

Baca juga:
PDIP Ungkap 10 Sekolah Negeri Jakarta Paksa Murid Berjilbab, Ini Daftarnya
Panggil Disdik, PDIP DKI Paparkan 10 Aduan Terkait Diskriminasi di Sekolah
Dugaan Pemaksaan Pemakaian Jilbab di Sekolah, Besok Disdik Dipanggil DPRD DKI Jakarta
Kepsek dan 3 Guru SMAN 1 Banguntapan Bantul Dicopot Usai Paksa Siswi Pakai Jilbab
Hindari Konflik, Kasus Siswi Diduga Dipaksa Pakai Jilbab Harus Cepat Diselesaikan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini