Penjelasan Bupati Kepulauan Seribu soal Helipad di Pulau Panjang

Jumat, 1 Juli 2022 10:12 Reporter : Alma Fikhasari
Penjelasan Bupati Kepulauan Seribu soal Helipad di Pulau Panjang Pulau Panjang. ©YouTube/LPM Gema Keadilan Undip

Merdeka.com - Bupati Kepulauan Seribu Junaedi merespons terkait dugaan helipad ilegal di Pulau Panjang. Ia mengatakan bahwa helipad itu dibangun hanya untuk destinasi wisata.

Diketahui, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi melakukan sidak ke Pulau Panjang, dan menemukan adanya helipad ilegal yang dibangun pada Kamis (30/6).

"Bukan ilegal itu. Jadi gini, itu dulu rencana akan dibangun helipad itu tahun 2005 kalau enggak salah. Sebenarnya kami di sana membangun suatu destinasi wisata," kata Junaedi, kepada wartawan, Jumat (1/7).

"Karena Pulau Seribu itu sebagai wisata destinasi, tujuan wisata. Kalau enggak dipercantik siapa yang mau datang. Itu kalau aset, aset-aset Pemda," sambungnya.

Junaedi menjelaskan, pembangunan helipad dilakukan pada masa pemerintahan Bupati Rachmat Andit, yang bertepatan dengan proyek bandara atau landasan pacu di Pulau Panjang. Menurutnya, pembangunan itu awalnya memang tidak fokus ditujukan untuk helipad.

Sebab, helipad tersebut hanya dibangun untuk menarik wisatawan. Pihaknya saat ini hanya sekadar merenovasi helipad tersebut sehingga terlihat seperti baru.

"Helipad itu sebenarnya enggak fokus helipad, cuma dulu pernah akan dijadikan helipad. Sehingga, untuk menarik wisatawan kita cat. (Dibangun) dulu, tahun bupatinya Rachman Andit yang bermasalah. Itu bermasalah enggak boleh, karena bukan kewenangan bupati," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Ia menegaskan pihaknya tidak melegalkan penggunaan helipad. Namun, beberapa terkadang beberapa wisatawan masih ada yang berkunjung ke sana dan menggunakan helipad tersebut.

"Seharusnya (enggak bisa digunakan). Itu hanya mempercantik doang. Itu aset Pemda sudah tercatat. Pajangan untuk menarik orang yang kalau mau wisata religi ke makam Sultan Maulana Mahmud Zakaria silakan itu saja. Ada, ada yang suka mendarat di sana," jelas Junaedi.

Ihwal pemanggilan dirinya oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, dirinya mengaku siap mengklarifikasi masalah ini ke anggota dewan.

"Siap akan memenuhi (panggilan), saya jelaskan. Tugas saya kan membangun. Saya siap, akan menjelaskan. Sekali lagi itu bukan bandara, itu hanya percantikan saja kan menarik," tegasnya. [eko]

Baca juga:
Ketua DPRD DKI Jakarta Temukan Helipad Ilegal saat Sidak Pulau Panjang
Anies Baswedan Pamer Keberhasilan Pemerataan Pembangunan hingga Kepulauan Seribu
Anies Promosikan Kepulauan Seribu untuk Pekerja Digital
Kapal Rusak, 140 Wisatawan Hendak ke Pulau Pramuka Dievakuasi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini