Pengganti Stadion Lebak Bulus: Stadion BMW dan Stadion Ulujami
Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta menyiapkan dua stadion sebagai pengganti Lebak Bulus yang akan menjadi depo untuk Mass Rapid Transit (MRT). Dua stadion yang disiapkan yakni Stadion BMW di Jakarta Utara dan stadion yang berada di Ulujami.
"Prinsipnya kalau depo MRT di Lebak Bulus ya kami harus cari pengganti sementara stadion yang prosesnya sudah mendekati pembangunan adalah stadion BMW yang ada di Papanggo, Tanjung Priuk," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Ratiyono di Balai Kota Jakarta, Senin (25/3).
Kendati demikian, Ratiyono masih menghendaki pembangunan stadion di Ulujami. Mengingat luas Stadion Lebak Bulus 4,5 hektare maka stadion pengganti harus lebih luas dua kali lipat.
"Iya,itu yang di Ulujami akan kami beli,sehingga nanti kami ada dua. Kalau di Lebak Bulus luasnya 4,5 hektare, paling enggak kami mau beli 8,1 hektare,"terangnya.
Menurutnya, Stadion Lebak Bulus telah lama dikosongkan sehingga jika ada pemberitahuan satu bulan atau dua bulan lagi untuk dilakukan pemugaran sudah tidak ada permasalahan. Walaupun telah dikosongkan, Ratiyono mengaku stadion masih dapat dipergunakan warga sebagai lapangan sepak bola.
"Sebetulnya sekarang tidak kosong, jadi masyarakat masih bisa menggunakan. Ya memang karena masyarakat tahu mau dibongkar, jadi yang daftar juga tidak banyak kan,tapi kalau lapangan bolanya masih bisa dipakai," paparnya.
Apabila saat pemugaran Stadion Lebak Bulus belum ada stadion pengganti, Ratiyono mengatakan secara simultan Stadion BMW akan segera dibangun. Pada prinsipnya, jangan sampai tidak ada stadion pengganti.
Sedangkan, progres dari pembangunan BMW, saat ini sudah dilakukan pengukuran lahan oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) sejak dua minggu yang lalu. Apabila sertifikat sudah selesai sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) maka akan proses lelang dan kemudian dilakukan pembangunan.
"Kalau sertifikatnya sudah selesai, arahan dari Pak Jokowi sertifikat selesai, langsung lelang, kemudian bangun. Asal sertifikat siap, kami juga memproses program multiyears, karena desainnya sudah ada, Amdalnya sudah ada, kami sudah siap lama sebenarnya," jelasnya.
Sementara itu, mengenai kesiapan pembangunan stadion di Ulujami hingga sekarang masih terganjal pembebasan lahan. Tahun lalu sebenarnya telah dianggarkan Rp 99 miliar untuk pembebasan lahan di ulujami, karena terganjal ketidaksesuaian harga tanah maka belum terealisasi.
"Tahun lalu itu karena tidak cocok harganya, maka uangnya kembali lagi ke kas daerah. Ya artinya silpanya banyak benar dinas olahraga, harganya tidak cocok," jelasnya.
Saat itu, harga tanah yang ditawarkan berkisar Rp 1,660 juta dan Rp 3,5 juta per meter atau bervariasi ada empat zona. Tetapi Pemprov tetap bernegosiasi agar masyarakat untuk mengikhlaskan tanahnya dibeli oleh Pemprov yang diperuntukkan sebagai stadion.
Tahun ini, anggaran yang dialokasikan untuk pembebasan lahan di Ulujami sebesar Rp 20 miliar, namun akan dapat bertambah kembali jika ada kesepakatan harga yang telah ditawarkan tahun lalu. (mdk/tts)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya