Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasar Tanah Abang, nadi perekonomian Ibu Kota yang tak henti berdenyut

Pasar Tanah Abang, nadi perekonomian Ibu Kota yang tak henti berdenyut pasar tenda tanah abang. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Tenabang atau Tanah Abang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan ternama di Ibu Kota Jakarta. Bahkan Pasar Tanah Abang, yang terdiri dari beberapa blok ini disebut-sebut sebagai pasar terbesar se-Asia Tenggara.

Keramaian kawasan ini dimulai dari Stasiun Tanah Abang. Kebanyakan penumpang yang turun di stasiun ini dapat dipastikan akan menuju Pasar Tanah Abang, biasanya berbelanja untuk diri sendiri atau untuk dijual kembali, mengingat Tanah Abang juga menjadi pusat grosir ternama di Indonesia.

Dalam beberapa waktu terakhir, ada perbedaan mencolok terlihat di kawasan ini. Keluar dari stasiun, pengunjung akan disambut pemandangan deretan lapak PKL bertenda merah dan biru di sepanjang Jalan Jati Baru. Pedagang dengan berbagai jenis barang dagangan bertebaran di sepanjang jalan ini. Pemprov DKI Jakarta, di bawah komando Gubernur dan Wakil Gubernur, Anies Baswedan-Sandiaga Uno membuat kebijakan kontroversial, menutup satu sisi Jalan Jati Baru sebagai tempat PKL berjualan sampai pukul 18.00.

Bagi pengunjung yang ingin lanjut berbelanja ke Blok A, Blok B, Blok F atau Blok G, juga Metro, Pemprov DKI Jakarta menyediakan bus Transjakarta Tanah Abang Explore secara gratis. Pengunjung hanya perlu antre dengan tertib untuk mendapatkan tiket Transjakarta. Setelah selesai belanja, pengunjung bisa kembali menaiki bus ini dan diantarkan sampai di stasiun.

pkl di trotoar tanah abang

Blok terbesar di kawasan Tanah Abang ialah Blok B, A, dan F yang lokasinya berdekatan satu sama lain. Blok A dan B berada dalam satu bangunan yang terdiri dari belasan lantai yang merupakan pusat grosir pakaian. Blok ini cukup padat pengunjung. Aktivitas jual beli tak pernah terhenti. Bahkan para pembeli tak hanya berasal dari Jakarta tapi juga berbagai daerah di Indonesia, bahkan negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Filipina sebagaimana yang disampaikan salah satu pedagang, Dery.

"Negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunei, Singapura tapi sekarang agak berkurang karena pengaruh online shop," tuturnya, Jumat (29/12).

Kondisi bangunan di Blok B dan A cukup baik jika dibandingkan dengan Blok G. Kendati padat, tapi pengunjung bisa tetap berbelanja dengan nyaman karena suhu di dalam pasar tetap dingin. Kondisi toilet dan musala di blok ini juga cukup terjaga kebersihannya.

pasar blok g tanah abang

Namun, bangunan Blok G tak sebersih kedua blok tersebut. Aktivitas jual beli di Blok G juga tak seramai Blok A dan B dan terbilang longgar.

Di lantai tiga Blok G bahkan tak ada aktivitas apapun. Lapak-lapak kosong, tak ada yang menempati. Pedagang juga sering mengeluh penurunan omzet, apalagi dengan adanya PKL di Jalan Jati Baru semakin berdampak besar pada pendapatan mereka.

Pedagang pun berharap Anies-Sandi meniru kebijakan Jokowi saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Jokowi dinilai mampu menghidupkan Blok G dengan menyelenggarakan berbagai acara. Bahkan Jokowi juga kerap berbelanja di Blok G.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP