Parahnya video porno sampai bisa jadi tontonan gratis di ibu kota

Parahnya video porno sampai bisa jadi tontonan gratis di ibu kota. Videotron itu memutar film porno hingga membuat kehebohan publik. Domang, seorang tukang soto daging yang mangkal sekitar 20 meter dari lokasi papan iklan videotron mengaku saat itu dia sedang melayani pembeli.

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
Parahnya video porno sampai bisa jadi tontonan gratis di ibu kota
Papan iklan putar video porno. ©2016 merdeka.com/istimewa

Pemandangan tak lazim muncul di papan iklan atau videotron dekat kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Videotron itu memutar film porno hingga membuat kehebohan publik.Domang, seorang tukang soto daging yang mangkal sekitar 20 meter dari lokasi papan iklan videotron mengaku saat itu dia sedang melayani pembeli. Tiba-tiba seorang pengemudi mobil memberi tahu bila videotron di Jalan Prapanca dekat kantor wali kota Jakarta Selatan memutar video porno.Domang lalu melaporkan hal itu ke polantas yang berjaga di sekitar lokasi. Namun oleh polantas, Domang malah disuruh untuk mematikan video tersebut."Yang matiin ane Bang. Nggak tahu (Lama atau tidaknya durasi video) ane disuruh Polantas matiin, saat itu ane lagi dagang," ujar Dumang kepada merdeka.com di lokasi, Jumat (30/9).Domang mengaku mematikan siaran video itu dengan membongkar panel yang ada di bawah tiang. Panel itu dikunci kemudian dia bongkar dan diturunkan sakelar seperti yang ada di meteran rumah.Saat kejadian banyak warga yang menonton. Tidak sedikit yang mengabadikan kejadian tersebut dengan handphone mereka."Ramai pada lihat, orang-orang pada dikamerain, HPnya keren-keren," katanya.Sementara itu, Kasudin Pelayanan Pajak Jakarta Selatan, Johari mengatakan jajarannya bakal melaporkan kasus ini ke kepolisian karena merupakan tindak asusila."Kami akan bikin laporan pengaduan ke pihak berwajib. Ini kan video asusila. Kami melaporkan terhadap penyelenggara reklame, dari Polres sudah datang. Kita akan bikin pemanggilan ke Polisi, PT itu," ujar Johari saat dihubungi.Johari mengatakan, begitu mendapat laporan videotron memutar video porno, jajarannya langsung mendatangi kantor PT Transito Adiman Jati, namun sudah tutup. Dia pun mengaku belum tahu bagaimana kejadian memalukan itu bisa terjadi."Sebetulnya tadinya gak ada. Mungkin dia keklik atau gimana. Yang menggerakkan itu masing-masing penyelenggara reklame. Persisnya kami belum tahu. Pihak yang berwajib akan memanggil," ujarnya.Saat ditanya apakah PT Transito Adiman Jati akan diputus kontraknya karena insiden memalukan ini, Johari belum bisa memastikan. Hal itu tergantung hasil pemeriksaan oleh kepolisian."(Diputus kontrak) Tergantung. Apa ini sabotase atu tidak, kita tidak tahu. Kita tidak bisa andai-andai. Semua tertumpu ke pajak. Saya nganggapnya ini hal di luar dugaan. Sudahlah. Kita gak tahu, masih didalami dulu," imbuhnya.Aparat Kepolisian Polda Metro Jaya pun bertindak cepat menelusuri munculnya video porno dalam videotron itu. Pihak PT Transito Adiman Jati Transito Advertising dimintai keterangannya malam ini."Anggota sedang menjemput pihak yang bertanggung jawab," ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto.Meski belum terima laporan resmi, menurut Budi, atas perintah Kapolda Metro hal yang meresahkan masyarakat harus segera direspons. Untuk kesalahan yang dilakukan diketahui setelah dilakukan pemeriksaan."Kita minta keterangan dulu baru tahu apakah itu disengaja atau tidak, atau itu di-hack," tuturnya.Hingga kini sudah ada delapan orang yang diperiksa polisi terkait tayangan film porno pada layar LED videotron itu. Mereka yang telah diperiksa yakni admin PT Transito Adiman Jati Transito Advertising, selaku pengelola tayangan di layar LED videotron tersebut."Sudah delapan orang diperiksa dari vendor. Ada admin dan stafnya dari PT TAJ," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (1/10).Menurut Awi, delapan orang telah diperiksa itu termasuk para saksi yang melihat vidoe tersebut. Pemeriksaan dilakukan Tim Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus seputar perangkat computer processor unit (CPU) milik PT Transito Adiman Jati."Untuk kasusnya sendiri masih menunggu pemeriksaan digital forensik. Jadi dari situ ketahuan ada unsur kesengajaan atau hacker terkait munculnya tayangan tersebut," pungkasnya.

Rekomendasi