Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

MoU dengan Perumnas, Djarot sebut di DKI harus banyak rusun bukan rumah tapak

MoU dengan Perumnas, Djarot sebut di DKI harus banyak rusun bukan rumah tapak Pemprov DKI tandatangani kerja sama dengan Perumnas. ©2017 merdeka.com/Sania Mashabi

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menandatangani kesepakatan dengan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas). Penanda tanganan kesepakatan itu berupa rencana pembelian rusun yang dibangun oleh Perum Perumnas oleh Pemprov DKI.

"Ini untuk perumahan dulu ya, programnya kalau di Jakarta kita harus banyak bangun rumah susun, bukan rumah tapak, yang di pemukiman kumuh," Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (8/9).

Kerjasama ini juga dimaksudkan untuk membangun fasilitas perumahan yang lebih baik, sehat dan juga terintegrasi.

"Oleh karenanya kami kerjasama dengan perum Perumnas untuk membangun (rusun), termasuk fasilitas-fasilitas yang kami miliki diintegrasikan. Untuk pemukiman termasuk menormalisasi sungai, Jakarta perlu pemukiman yang sehat," ungkapnya.

Menurut Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo saat ini perusahaannya tengah membangun enam menara rusun dengan jumlah 3.000 unit. Tidak hanya di Cengkareng, Perum Perumnas juga segera membangun rusun di kawasan Klender, Jakarta Timur sebanyak 8.000 unit.

"Cengkareng, Cengkareng itu namanya Dahlia, ada 6 tower. Nanti itu kita bangun, spesifikasi, ukuran, dan lain-lain, kami pasti ngikuti apa yang disampaikan oleh pihak DKI. Nanti DKI dengan audit dari BPKP dan lainnya akan membeli," ujar Bambang.

"Tapi kami segera akan memulai di Klender. Klender itu banyak, ada 25 tower. Itu sekitar 8.000 unit," tutupnya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP