Menjajal Transjakarta Zhongtong yang Kembali Mengaspal di Jalanan Ibu Kota

Selasa, 15 Oktober 2019 15:54 Reporter : Merdeka
Menjajal Transjakarta Zhongtong yang Kembali Mengaspal di Jalanan Ibu Kota Bus Zhongtong Mulai Beroperasi di Jakarta. ©Liputan6.com/Ika Defianti

Merdeka.com - Sejumlah peristiwa yang dialami bus Transjakarta Zhongtong membuat Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama, memutuskan menyetop operasionalnya di tahun 2016. Padahal di tahun yang sama, baru saja didatangkan bus Zhong Tong sebagai tindaklanjut kontrak tahun 2013.

Selang hampir tiga tahun, Zhongtong kembali mengaspal di ruas jalan ibu kota. Liputan6.com menjajal bus pabrikan China itu untuk melihat membandingkan dengan bus keluaran perusahaan otomotif Eropa seperti Scania, Mercedes Benz, dan Volvo. Rute yang dipilih, koridor 1 rute Blok M-Kota.

Sepintas tak ada yang berbeda dengan bus Transjakarta merek lainnya yang berwarna putih dan biru. Namun jika diperhatikan lebih dekat, bagian depan bus memang terdapat perbedaan. Bus Transjakarta keluaran Eropa seperti merek Scania, Volvo ataupun Mercedes bagian depan berbentuk kotak. Sedangkan bus Zhongtong bagian depan terdapat lengkungan di bagian atas dan mirip dengan yang lama.

Kondisi di dalam bus juga nyaris mirip. Fasilitas di dalamnya sama dengan Transjakarta pada umumnya. Seperti tersedianya alat pemadam kebakaran ringan, CCTV, hingga layar monitor.

Untuk bagian kursi, bus gandeng merek Zhongtong dan Scania berbeda. Bangku bagian belakang bus Zhongtong berjumlah lima buah sedangkan untuk Scania hanya empat.

Bangku prioritas juga disediakan. Ada bangku khusus penumpang wanita dan ada pula di bagian belakang pengemudi. Sebagian bus Zhongtong yang beroperasi, memiliki posisi bangku yang saling berhadapan dan ada pula yang menghadap ke pengemudi.

Salah satu pengguna Transjakarta, Fajar, mengaku sudah beberapa kali menggunakan bus Zhongtong. Dia menyebut bus yang sempat disetop beroperasi itu tak ada bedanya dengan bus Transjakarta yang lain.

Malahan, kata dia, bus Zhongtong masih tampak baru terlihat dari warna interior di dalamnya. Sebab, plastik pelindung kursinya juga masih terlihat.

Minggu, 13 Oktober 2019 , dia naik bus Zhongtong dari Dukuh Atas menuju Bank Indonesia. Akan tetapi ketika sampai Bundaran Hotel Indonesia (HI) bus yang dinaikinya itu sempat mogok beberapa saat.

"Sekitar Tosari ke HI mogok, terus beberapa penumpang sedikit ribut gitu. Iya sekitar 5 menit mogoknya. Kalau di lihat sih baru bus nya (Zhongtong), tapi kaya enggak sekuat bus lainnya kaya Scania," ucap Fajar.

Sementara itu, pelanggan Transjakarta Patricia Diah mengaku fasilitas di bus Zhongtong tidak lebih nyaman dari bus merk Scania ataupun Mercedes. Meskipun secara fasilitas semua bus Transjakarta memiliki standar yang sama.

"Cuma kalau dibandingin interior Scania, agak kelihatan lebih elegan yang scania, nyobain duduk rasanya juga lebih nyaman yang Scania," kata dia.

Penjelasan Transjakarta

Terkait kemunculan kembali Bus Zhongtong, Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Nadia Diposanjoyo mengatakan, bus-bus tersebut bukan didatangkan pada tahun ini.

Nadia mengatakan, pengadaan bus ini adalah pelaksanaan kontrak 2013 yang kemudian tiba di Jakarta pada 2016. Operator dari Bus Zhong Tong yakni Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) dan belum menyelesaikan kontraknya.

"Ini ceritanya adalah pelaksanaan kontrak yang tidak dapat dipenuhi PPD pada waktu itu. Sehingga terbit penalti dan baru bisa dipenuhi sesuai kontraknya pun ini baru sebagian," kata Nadia saat dihubungi, Senin (14/10/2019).

Dia menjelaskan pada Juli 2018 Badan Arbitrase Nasional Indonesia atau BANI mengeluarkan keputusan agar pihak Transjakarta dapat mengoperasikan Bus Zhongtong berdasarkan kontrak yang belum selesai tersebut.

Berdasarkan kontrak yang ada, seharusnya Zhong Thong yang dioperasikan sebanyak 59 buah.

"Dan (PPD) tetap membayarkan penalti dari wanprestasinya," ucap dia.

Sebelumnya, pada tahun 2015 sebanyak 30 unit bus Transjakarta merek Zhong Thong dihentikan sementara pengoperasiannya. Hal itu dipicu terbakarnya salah satu unit bus merek yang sama di koridor 9 pada Minggu 8 Maret 2015.

Buat Ahok Kesal

Banyaknya masalah teknis yang dialami Bus Zhingtong ini juga membuat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gubernur DKI Jakarta saat itu meradang.

Dia mengaku kapok membeli bus-bus bermerek tidak terkenal, lantaran banyaknya kerusakan dan kecelakaan yang terjadi.

"Kita nggak mau lagi yang nggak jelas. Misal kamu punya uang, mau beli motor, mau beli merek Ahok apa merek Yamaha? Ya Yamaha dong. Lo gila belum pernah denger motor merek Ahok tiba-tiba mau kamu beli. Harganya beda sedikit pula,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2015.

Ahok pun mengaku heran mengapa pihak Transjakarta saat itu memilih bus-bus keluaran China yang mereknya tidak terlalu dikenal, dibanding membeli bus keluaran merek-merek perusahaan terkenal.

“TransJakarta itu berani tuh beli itu. Nggak jelas. Saya baru denger nama Zhongtong dulu kan, Wei Chai gitu lho. Kenapa nggak beli Mercedes-Benz gitu lho," ucap mantan Bupati Belitung Timur itu.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini