Melirik PKL yang Menjamur di Trotoar Tanah Abang

Rabu, 18 September 2019 22:28 Reporter : Chicilia Inge
Melirik PKL yang Menjamur di Trotoar Tanah Abang PKL di Tanah Abang. ©2019 Merdeka.com/Chicilia Inge/Magang

Merdeka.com - Perdebatan peruntukan trotoar tidak hanya untuk pejalan kaki namun boleh juga digunakan oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) masih bergulir.

Merdeka.com pun mendatangi kawasan Tanah Abang, Rabu (18/9) untuk melihat keadaan trotoar yang rencananya akan digunakan pejalan kaki dan PKL.

Dari hasil pengamatan merdeka.com, sepanjang jalur trotoar menuju gedung pusat perbelanjaan Tanah Abang masih terlihat para PKL dengan bebas berjualan di atas trotoar. Cuma menyisakan sedikit ruang untuk pejalan kaki.

Saat kami melintas, ruang untuk pejalan kaki tidak selebar trotoar pada umumnya karena untuk berjalan kaki saja masih harus mengantre giliran pengunjung dari lawan arah. Untuk jalur khusus difabel di trotoar, sudah tak bisa dilalui karena digunakan PKL. Hal tersebut karena masih banyaknya PKL yang melebihi batas berjualan.

Dari hasil pengamatan merdeka.com saat menelusuri trotoar di kawasan Tanah Abang, ruang untuk pejalan kaki hanya setengah meter saja, sisanya ruang tersebut digunakan oleh para PKL untuk berjualan.

Sementara itu, Siti, salah satu PKL yang berjualan di atas trotoar mengaku sudah sering diusir Satpol PP.

"Udah berkali-kali pedagang di sini diusir sama satpol PP, tapi mau gimana lagi ya, kalo dagang disini yang belinya lumayan," kata Siti pedagang baju dan celana kepada merdeka.com.

Siti mengatakan berjualan di atas trotoar untungnya lebih banyak karena pengunjung yang berjalan ke pusat perbelanjaan melewati trotoar ini akan melewati PKL yang berjualan. "Sambil jalan, sambil liat-liat, pengunjung jadinya bisa mampir dulu ke dagangan saya," ujar dia.

"Kita juga di sini cuma mencari nafkah, ya emang tempatnya salah, kita siap kalau dipindahin asal penghasilannya tetap sama kaya di sini, kita juga sudah kasih jarak buat yang jalan kaki di sini," jelas dia.

Siti berharap jika nantinya dipindahkan ke kawasan khusus untuk para PKL, pemerintah juga harus memperhatikan para pelanggannya, supaya penghasilan yang diperoleh tetap sama seperti berjualan di trotoar ini. Ia juga menjelaskan bahwa sudah memberikan ruang bagi pejalan kaki.

Kondisi di kawasan Tanah Abang semakin diperparah dengan adanya angkutan umum yang mangkal di tengah jalan sehingga memicu kemacetan yang parah di kawasan Tanah Abang itu. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini