MA kabulkan gugatan Palyja dan Aetra, Djarot pilih fokus urus penyediaan air

Kamis, 12 Oktober 2017 18:26 Reporter : Ahda Bayhaqi
Djarot bayar pajak kendaraan via atm. ©2017 istimewa

Merdeka.com - Mahkamah Agung mengabulkan gugatan terhadap PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air atas swastanisasi air DKI Jakarta. Pihak Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah hati-hati perihal keputusan tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, Pemprov DKI Jakarta lebih memilih fokus masalah yang lebih subtansial daripada memikirkan masalah tersebut. Supaya ketersediaan air bersih tidak terganggu.

"Fokusnya harus pada pelayanan jangan sampai ini mengganggu penyediaan air bersih di Jakarta. Apalagi kita lagi dorong untuk segera bikin lagi SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Jatiluhur untuk menambah ini," ujar Djarot di Ancol Barat, Jakarta Utara, Kamis (12/10).

Djarot menyebut memang dalam undang-undang sudah jelas mengenai aturan pengelolaan air oleh negara. Pada tahun 2013-2014, Pemprov DKI Jakarta melakukan negosiasi soal pengelolaan air.

Namun saat itu belum ada finalisasi. Karena itu, mantan Wali Kota Blitar ini mengusulkan Pemprov DKI, Palijaya dan Aetra untuk berunding ihwal putusan MA itu. "Makanya saya minta tiga-tiganya ketemu," ucapnya.

Namun, keputusan dalam waktu dekat ini tidak bisa dikeluarkan dengan mudah. Sebab Pemprov DKI Jakarta masih terikat perjanjian dengan dua perusahaan penyedia air tersebut. [fik]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.