Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Khidmatnya Malam Natal di Gereja Ayam Jakarta

Khidmatnya Malam Natal di Gereja Ayam Jakarta Gereja Ayam Jakarta. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah Gereja di Jakarta dipadati umat Kristiani pada malam hari perayaan Natal yang jatuh pada 25 Desember besok. Salah satunya Gereja Pniel atau disebut Gereja Ayam yang berada di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Majelis Gereja Pniel, Morenzo mengatakan, untuk malam natal, Gereja Pniel menggelar acara kebaktian dua kali. Yaitu pada pukul 18.00 dan 20.30 WIB.

"Kalau untuk jemaat kita kebetulan ada dua kali kebaktian, memang sengaja kalau malam natal itu agak sedikit membeludak, jadi kita ada jam 18.00 WIB sampai jam 20.30 WIB, dua kali," kata Morenzo di Gereja Pniel kepada merdeka.com, Selasa (24/12).

"Yang kedua kali nanti jam 20.30 WIB sampai sekitar jam 22.00-22.15 WIB," sambungnya.

Hingga malam ini, kata dia, jemaat yang datang sudah mencapai 200 hingga 300 orang. Khusus malam Natal, seluruh kebaktian dicampur dari anak-anak hingga dewasa.

"Kebaktian (dilakukan) seperti biasa hanya bedanya ada prosesi bakar lilin karena menjelang natal," tukas Morenzo.

gereja ayam jakarta©2019 Merdeka.com

Suasana di gereja Pniel pun sudah didatangi jemaat bersama sanak keluarga. Di pintu masuk gereja juga disiagakan aparat dan sejumlah ormas untuk menjaga keamanan kebaktian.

Pantauan merdeka.com, Gereja Ayam dihiasi kelap kelip lampu di pintu masuk dan dihiasi dua pohon cemara. Warna warni lampu tersebut terlihat memanjakan mata para jemaat yang datang.

Sejarah Gereja Ayam

GPIB Pniel disebut gereja ayam karena di atas atap terdapat sebuah penunjuk arah angin yang dibuat berbentuk ayam jago yang menjadi ikon unik gereja ini.

Gereja ayam merupakan Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB). Jemaat gereja ini disebut Pniel. Didirikan pertama kalinya pada tahun 1913 dan 1915 oleh dua arsitek, ED Cuijepeers dan Hulswit. Gereja ini bercorak neo-romantik dengan unsur-unsur campuran ghotik dan neo-barok.

Tahun 2015, gereja ayam resmi menjadi warisan budaya bertipe A di bawah naungan Provinsi DKI Jakarta. Meski sudah menjadi cagar budaya, status kepemilikan dan hak perawatan masih tetap dipegang oleh Pniel.

Berusia sekitar satu abad lebih, gereja ayam tetap berdiri kokoh dengan dua menara kembar di bagian depan. Selain itu masih terdapat benda-benda peninggalan Belanda seperti Alkitab berukuran besar, cawan suci, bejana baptisan, kursi rotan, dan lampu yang dirawat baik.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP