Ketua DPRD soal PAM Jaya minta tambah PMD: Saya tidak mau tanda tangan

Rabu, 29 Agustus 2018 19:11 Reporter : Merdeka
Ketua DPRD soal PAM Jaya minta tambah PMD: Saya tidak mau tanda tangan Ketua DPRD DKI Jakarta diperiksa KPK. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Sejumlah BUMD mengajukan penambahan penyertaan modal daerah (PMD) dalam APBD Perubahan 2018. Salah satunya PD PAM Jaya.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, tidak menyetujui permintaan itu. Dia beralasan hingga saat ini, PD PAM Jaya bersengketa dengan PT Aetra Air Jaya mengenai swastanisasi air.

"Beresin dulu masalah internalnya, PAM Jaya jangan dikasih lagi. Saya tidak mau tanda tangan," kata Prasetio di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (29/8).

Dalam APBD Perubahan 2018, PD PAM Jaya mengajukan PMD sebesar RP 1,2 triliun. Anggaran tersebut rencananya digunakan untuk pembangunan pipa distribusi dan retikulasi barat dan utara Rp 150 milliar. Selanjutnya, untuk penyediaan air bersih di Rusunawa Rp 15 milliar serta relokasi jaringan pipa terdampak proyek Rp 116 milliar.

Tak hanya itu, anggaran tersebut direncanakan untuk membiayai SPAM Pesanggrahan dan Ciliwung Rp 650 miliar dan Reinforcement dan Extension jaringan transmisi distribusi sebesar Rp 275 miliar.

Prasetio lebih menyarankan penambahan PMD diberikan untuk PD Pasar Jaya, sehingga dapat memperluas kios yang ada.

"Jangan bikin satu kali dua kaya kuburan, orang susah jualan. Dia bisa makan bahu jalan," jelasnya.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini