Kapolda Metro sebut negara keluar dana besar demi Jakarta aman
Merdeka.com - Keamanan ibu kota saat gelaran putaran kedua Pilkada DKI Jakarta menjadi prioritas. pemerintah mengakui ada potensi kerawanan karena masyarakat mudah terprovokasi. TNI dan Polri telah mengeluarkan pernyataan tegas menindak siapapun yang berniat mengacaukan ibu kota.
Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan tidak menampik, pengamanan Pilkada DKI putaran kedua ini membutuhkan dana besar. Pengeluaran ini demi mewujudkan Jakarta aman dan nyaman saat pemungutan suara. Namun Kapolda menolak menyebut nominal dana pengamanan Pilkada DKI.
"Mungkin kalau saya sampaikan jumlahnya, bakal kaget. Berapa jumlah pasukan yang ada, itu 64.523 pasukan. Untuk apa, untuk Jakarta aman, Jakarta damai. Negara mengeluarkan cukup banyak biaya enggak apa-apa, yang penting Jakarta aman, damai dan terkendali," kata Iriawan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/4).
Iriawan mengatakan, warga Jakarta menginginkan Pilkada berjalan aman dan damai. Apalagi, Jakarta menjadi barometer nasional dan perhatian dunia internasional. Jenderal bintang dua ini mengaku telah mengubah pola pengamanan untuk putaran kedua Pilkada Jakarta.
"Nanti ada perubahan pola pengamanan TPS, satu TPS dijaga satu TNI dan Polri dan dua linmas. Dimana ada 13.032 TPS dan ada 26.000 lebih linmas dan 26.000 lebih TNI/Polri, jadi ada 50.000 lebih," katanya.
Iriawan bersama Pangdam Jaya Mayjen Jaswandi akan bahu membahu mengamankan ibu kota. "Di mana kami lakukan karena ingin semua terbebas dari perasan terintimidasi ataupun terprovokasi dari intimidasi. Kami sudah amankan, tak boleh ada yang mengintimidasi warga atau pemilih. Saya ingin Jakarta aman dan damai," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya