Kampus di Banten Diduga Palsukan SK Mendikbud, 5 Orang Ditetapkan Tersangka

Sabtu, 1 Mei 2021 06:48 Reporter : Merdeka
Kampus di Banten Diduga Palsukan SK Mendikbud, 5 Orang Ditetapkan Tersangka Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. ©2020 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Sebuah sekolah tinggi ekonomi di Banten diduga memalsukan Surat Keputusan (SK) Kemendikbud-Ristek. SK yang dipalsukan berkenaan dengan peralihan hak pengelolaan.

Bahkan dalam SK tersebut nama Menteri Dikbud-Ristek, Nadiem Makarim, juga dicatut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari Biro Hukum Kemendikbud-Ristek pada 17 Februari lalu. Ada lima orang yang dilaporkan salah satunya seorang Profesor berinisial S.

Yusri menyebut, para terlapor diduga memalsukan surat keputusan saat mengurus pengalihan pengelolaan dari Kediri ke Tangerang, Banten.

"Pokoknya surat keputusan Kemendikbud-Ristek itu palsu. Itu dilakukan agar mempermudah dalam proses peralihan," kata dia saat dihubungi, Sabtu (1/5/2021).

Yusri menambahkan, lima orang terlapor ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara.

"Sudah (tersangka). Hasil gelar perkara terlapor lima orang ini dinyatakan tersangka," ujar dia.

Para tersangka diduga melanggar Pasal 263 KUHP Ayat 1 dan 2 atau Pasal 93 Juncto Pasal 60 Ayat 2 UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

"Iya dugaan tindak pidana pemalsuan sebagaimana dimaksud Pasal 263 KUHP dan atau UU Dikti," jelas Yusril.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini