Kampung batik yang mulai memudar
Merdeka.com - Sejak diresmikan sebagai kampung batik pada Desember 2011, Kampung Batik Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet Jakarta Selatan, seolah luput dari perhatian pemda. Beberapa motif batik yang digambar di tembok rumah warga dan jalan, sebagian sudah ada yang mengelupas, pudar tidak terawat.
"Pemda hanya memberikan apresiasi baik, tetapi sampai saat ini belum ada bantuan nyata," kata pendiri sanggar batik setapak yang juga pelopor melukis batik di tembok, Ade Santoso kepada wartawan di rumahnya, Jl Palbatu II Jakarta Selatan, Selasa (2/10).
Menurut Ade, proses pembatikan tembok terkendala segala keterbatasan yang dimiliki. Pemda pun belum terlihat ikut membantu menyelesaikannya.
Padahal, selain membatik di tembok, beberapa warga kampung batik juga berprofesi sebagai pembatik lukis, seperti Ade sendiri. Namun, mereka kini menemukan kesulitan dalam pemasarannya.
Sewaktu merdeka.com mengunjungi rumah Ade, dia menunjukkan hasil batik tulis miliknya pada sepasang sepatu. Bagus memang hasil karyanya, namun dia belum berani memproduksi massal, hanya melayani pesanan orang.
"Karena kami umumnya kesulitan dengan pemasarannya," kata dia.
Diakui Ade, memang beberapa orang penting pernah datang ke kampung batik. Namun umumnya kehadiran mereka sebatas kunjungan belaka, belum ada tindak lanjutnya.
"Seperti tim ahli dari pemerintah provinsi Jakarta, dan Hidayat Nur Wahid," lanjutnya.
Adapun kehadiran HNW, karena waktu itu masa kampanye pilgub DKI Jakarta putaran pertama. Sewaktu kampanye di sanggar batik setapak, HNW memberikan kenang-kenangan berupa selembar kain batik khas kampanye pasangan Hidayat-Didik berwarna orange dengan motif gambar Monas.
Tidak hanya itu, kampung batik juga beberapa kali mendapat kunjungan dari pihak luar negeri. Di antaranya turis Jerman, dan perwakilan dari UNESCO.
Namun lagi-lagi, kunjungan mereka hanya sekedar kunjungan. Belum ada kerjasama lebih lanjut untuk mengembangkan, dan membantu pengerajin batik.
"UNESCO datang sekitar awal Januari. Mereka hanya memberikan bantuan kebutuhan seperti canting dan malam," lanjutnya.
Ade berharap, terpilihnya Joko Widodo sebagai gubernur DKI Jakarta, mampu memberikan perubahan lebih baik kepada kampung batik.
"Mau jadi wisata edukasi. Pemda setempat, saya harapkan bisa melihat, apalagi ada pergantian dari pemerintah," pungkasnya.
Pada hari batik nasional, tidak ada yang istimewa di kampung batik. Hanya beberapa anak kecil yang tetap semangat belajar membatik di atas selembar kain, usai sekolah. Namun, semua itu tidak menyurutkan semangat warga RW 04 ini, untuk tetap melestarikan budaya batik. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya