Dishub DKI Siapkan Strategi Antisipasi Kemacetan Baru di Titik Stasiun MRT
Merdeka.com - Proses uji publik Mass Rapid Transit (MRT) terus dilakukan sampai pekan depan. Jika tak ada lagi kendala, Presiden Jokowi akan meresmikan rencananya pada 24 Maret mendatang.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko, mengatakan pihaknya telah menyusun strategi mengatasi kemungkinan kemacetan baru di sejumlah stasiun MRT jika telah beroperasi. Salah satu caranya, pengintegrasian antar moda transportasi.
"Supaya layanan mereka berbasis pada standar pelayanan minimum," kata Sigit di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/3).
Alternatif lain, kata dia, memberikan pengelolaan stasiun kepada PT MRT Jakarta. Sigit menyebut itu juga sudah termasuk dalam pelaksanaan pengadaan badan usaha jasa pengamanan.
"Itu untuk memantau dan mengelola situasi kawasan stasiun dan itu ada kewajiban dalam rekomendasi amdal lalin baik di stasiun ataupun di jalur," ucapnya.
Selain itu, Sigit juga menyebut pihak PT MRT Jakarta telah mempertimbangkan mengenai lokasi penjemputan dan penurunan penumpang oleh transportasi online.
"Itu sudah dipertimbangkan juga udah di approve sama MRT mana titik-titiknya," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengingatkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengintegrasikan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dengan angkutan massal lainnya. Dia mengkhawatirkan MRT menjadi sumber kemacetan baru.
"Jangan sampai terjadi nanti, MRT yang kita harapkan mampu mengurai kemacetan malah menjadi sumber kemacetan baru," kata Bambang dalam siaran pers pada, Jumat (15/3).
Reporter: Ika Defianti
Sumber:Liputan6.com
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya