Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

CFD Jakarta jadi primadona masyarakat penyangga ibu kota

CFD Jakarta jadi primadona masyarakat penyangga ibu kota CFD Jakarta jadi primadona masyarakat penyangga Ibu Kota. ©2018 Merdeka.com/Yunita Amalia

Merdeka.com - Hari bebas kendaraan atau car free day (CFD) di pusat keramaian kota menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat melepas penat dari segala aktivitas sehari-hari. Dari sejumlah titik hari bebas kendaraan, rupanya Jakarta masih menjadi primadona masyarakat berduyun-duyun menuang lelah keringat berolahraga.

Seperti yang dilakukan Soleh (65), pensiunan pegawai perusahaan BUMN itu berdomisili di Bintaro, Tangerang. Sejak pukul 05.30 WIB, dia berangkat seorang diri, ke CFD Jakarta sambil mengayuh sepeda.

Jarak yang ditempuh cukup jauh untuk seusia Soleh, hampir 20 km untuk tiba di Ibu Kota. Namun saat berbincang kepada merdeka.com, dia mengaku jarak tersebut tidak cukup menguras tenaganya.

"Jauh memang, jadi santai saja bawa sepedanya," ujar Soleh sambil tersenyum, Minggu (7/1).

Dia mengatakan, jika kecepatan sepeda yang dikayuhnya cukup kencang waktu yang ditempuh tidak lebih dari satu jam. "Kalau bawanya kencang ya 35 menitan sampai kalau santai kayak hari ini 1 jam-an," ujarnya.

"Nanti pulangnya kalau agak siang bisa naik kereta, tergantung cuaca juga kalau agak mendung lebih enak naik sepeda," sambungnya.

Soleh menuturkanCFD di Jakarta lebih ramai ketimbang yang ada di dekat kediamannya. Ini menjadi salah satu alasan dia lebih asik bersepeda dari kediamannya di Sektor 9 Bintaro ke Jakarta.

Beragam ajang unjuk keahlian dari beberapa komunitas menjadi hiburan tersendiri baginya. Belum lagi, sambung Soleh, kudapan yang dijajakan para pedagang yang ada di sepanjang jalur CFD, Sudirman - Thamrin, cukup bervariatif.

"Kalau di sana jajanannya yang modern kebanyakan, pizza, sosis, kalau di sini ada pecel, cilok, lebih enak di sinilah," ujar Soleh sambil tertawa.

Pun halnya dengan Soleh, Intan beserta rekan rekannya datang dari Bekasi untuk menikmati hari bebas kendaraan di Jakarta, Jalan Sudirman-Thamrin. Berangkat menggunakan KRL, Intan dan rekannya itu mengaku lebih tertarik ber-CFD ria di Jakarta ketimbang di Bekasi.

Alasannya hampir sama dengan Soleh, lebih ramai, area bebas kendaraannya pun lebih panjang ketimbang di kota penyangga Jakarta itu.

"Asik aja sih, naik kereta ramai-ramai terus sampai sini kan banyak jajanan, jalurnya juga panjang, lebih seru aja sih. Tapi bukan enggak pernah juga CFD-an di sana (Bekasi)," ujarnya.

Namun begitu seperti sisi mata uang, dari CFD di Jakarta ada kelebihan dan kekurangan. Banyaknya masyarakat serta pedagang jajanan sepanjang CFD sedikitnya sampah sisa makanan berceceran.

cfd jakarta jadi primadona masyarakat penyangga ibu kota

CFD Jakarta jadi primadona masyarakat penyangga Ibu Kota ©2018 Merdeka.com/Yunita Amalia

Pantauan merdeka.com, masih banyaknya masyarakat kurang sadar terhadap plastik sisa jajanan mereka. Seusai menyantap sisa jajanan, kebanyakan dari mereka meninggalkan begitu saja sampah plastik tersebut. Ada pula yang membuangnya di sisi kolam bundaran Hotel Indonesia tersebut.

Soleh menyayangkan hal tersebut. Meski nantinya petugas kebersihan akan membersihkan sampah-sampah plastik tersebut, namun baginya kesadaran terhadap buang sampah oleh masyarakat perlu digenjot lebih giat lagi.

"Kan juga disediakan tempat sampah, kalau alasan tempat sampahnya terlalu jauh ya saya kira kesadaran masyarakat terhadap buang sampah perlu di tingkatkan lagi.CFD di sini enak, kalau ada sampah-sampah kan agak gimana yah," tukasnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP