Camat Jatinegara Nasrudin Abu Bakar, mengaku warga Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, telah bersedia direlokasi untuk normalisasi sungai Ciliwung. Namun mereka meminta ada ganti rugi yang sepadan.
Nasrudin menyebutkan, beberapa RW di Kelurahan Kampung yang belum mendapatkan relokasi. Adapun rumah warga yang belum direlokasi adalah RW 04,05,06,07,08.
"Mereka prinsip bersedia asal ganti ruginya cocok. Kalau dapat ganti rugi rumah susun mereka minta tidak jauh dari lokasi eksisting yang sekarang," kata Nasrudin di kantor Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Selasa (6/2).
Nasrudin menyebut, warga bersedia mengisi rusun yang disediakan Pemprov DKI. Namun, mereka mau dipindahkan ke Rusun Jatinegara Barat yang dekat, ketimbang Rusun Rawa Bebek yang jauh dari lokasi asal.
"Mereka juga tahu pada saatnya nanti akan direlokasi tapi mereka minta tempat relokasi itu tidak jauh dari yang sekarang. Karena di tempat ini tempat mereka dibesarkan," ucapnya.
Nasrudin mengaku telah melakukan sosialisasi kepada warga. Atas hal tersebut, warga, sudah mengiyakan permintaan Pemprov.
"Kami prinsipnya sudah mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa proyek normalisasi sungai Ciliwung ini harus dilaksanakan," tandasnya.
Terpisah, warga Kebon Pala yang terdampak limpahan air hujan Bogor kini mulai tenang. Sebab air yang merendam hunian mereka mulai surut. Jika sebelumnya mencapai 3 meter mulai sore ini berada pada ketinggian 1,2 meter.
Sanusi, ketua RT 13/RW 4, mengatakan air surut sudah dimulai sejak subuh sekitar pukul 05.00. Menurut dia, air sudah surut menjadi 1,2 m.
"Sekarang sekitar 120 cm, dari jam 5 pagi udah mulai surut pelan-pelan," kata dia di lokasi.
Warga yang tadinya mengungsi mulai berangsur kembali ke rumah mereka. Beberapa sudah mulai membersihkan sisa lumpur.
"Pengungsinya ada yang udah balik ada yang belum," kata Sanusi.