Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Butuh Komitmen Bersama Wujudkan Perkotaan Ramah Pejalan Kaki

Butuh Komitmen Bersama Wujudkan Perkotaan Ramah Pejalan Kaki Ilustrasi lajur pejalan kaki. © equivocality.com

Merdeka.com - Banyak kota-kota besar di Indonesia masih belum ramah pejalan kaki. Padahal pembangunan kota tersebut luar biasa tak terbendung.

Hal ini menjadi perhatian serius Koalisi Pejalan Kaki. Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus, menilai hak-hak pejalan kaki bisa terpenuhi jika ada kemauan sejumlah pihak untuk bekerja sama.

"Kolaborasi ini sangat penting. Kolaborasi mempertahankan kemerdekaan pejalan kaki oleh pemilik sekitar. Jadi kolaborasinya itu jangan hanya pemerintah yang membangun, tapi siapa yang bisa merawat untuk peningkatan kenyamanan (dan) keselamatan pejalan kaki di area pedestrian," kata Alfred dalam webinar dengan tema 'Memerdekakan Pejalan Kaki' Kamis (27/8).

Webinar juga diikuti Hari Nugroho selaku Kepala Dinas Bina Marga, pakar tata ruang kota Nirwono Yoga, dan Ardzuna Sinaga dari Urban Desiigner.

Tanpa adanya kerja sama pihak sekitar merawat fasilitas untuk pejalan kaki, maka tidak akan ada artinya.

"Misalnya, sekarang sudah mulai aktif ya para pihak gedung untuk membuka pagar depannya dan membuat akses yang lebih nyaman bagi para pejalan kaki. Itu salah satu kolaborasi yang cukup aktif dari pemilik gedung," katanya.

Kepala Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta, Hari Nugroho, menambahkan selama ini pihaknya memang melibatkan banyak pihak terkait penataan pedestrian di Jakarta. Dia mencontohkan saat penataan kawasan trotoar Tanah Abang.

"Dulu namanya Tanah Abang, itu 2019 itu ruwetnya kaya apa. Orang turun dari kereta api langsung kaya semut, langsung menyebar ke jalan-jalan. Ojol itu pada di jalan-jalan akhirnya bikin macet. Nah dengan kawasan berintegrasi, kita kerja sama dengan PT KAI, Dinas perhubungan, MRT, ojek online. Kita tata semua," ungkap Hari.

"Akhirnya kita buat plaza di Tanah Abang itu, sebelah kiri, pasar stasiun. Kemudian kita buat koridor pejalan kaki, kemudian kita buat pembagian ruang jalan," jelasnya.

Ditambahkan pengamat tata ruang kota, Nirwono Yoga, berharap kepada Pemprov DKI Jakarta selain membangun jalur sepeda juga meningkatkan kualitas trotoar sehingga pejalan kaki merasa aman dan nyaman.

"Kita harapkan Dinas Bina Marga dan Bappeda punya rencana membuat jalur pejalan kaki se Jakarta dan menegaskan untuk memilih berjalan kaki supaya lebih sehat," ujar Nirwono.

Reporter Magang:

Febby Curie Kurniawan dan

Maria Brigitta Jennifer (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP