Berakhir 13 Oktober, BPTJ minta sistem ganjil genap di Jakarta dilanjutkan

Kamis, 11 Oktober 2018 20:13 Reporter : Merdeka
Berakhir 13 Oktober, BPTJ minta sistem ganjil genap di Jakarta dilanjutkan Lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono meminta adanya perpanjangan kebijakan perluasan sistem ganjil genap di Jakarta. Dia menyebut kebijakan tersebut sudah ditetapkan secara nasional oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Apalagi perluasan tersebut akan berakhir pada 13 Oktober 2018. Hal tersebut bersamaan dengan berakhirnya perhelatan Asian Para Games 2018.

"Bahkan tidak hanya di Jabodetabek, tapi juga di kota besar lainnya. Kita mengharapkan kebijakannya lanjut," kata Bambang saat dihubungi di Jakarta, Kamis (11/10).

Bambang menilai perluasan ganjil genap memiliki dampak positif dalam pengaturan lalu lintas. Tak hanya itu, dia menyebut kebijakan tersebut dapat membiasakan masyarakat menggunakan transportasi publik.

Karena hal itu, dia mengharapkan kebiasaan masyarakat tersebut tidak terhenti dan harus kembali ke titik awal.

"Contohnya orang mulai car sharing, mulai membiasakan misalnya di tanggal genap pakai mobil, di tanggal ganjil pakai transportasi umum. Tapi kebiasaan bagus ini, jangan sampai kita kembali ke kebiasaan awal lagi," papar dia.

Sementara itu, Bambang mengakui adanya peningkatan penjualan mobil bekas hingga 20 persen. Kendati begitu, menurut dia, tidak ada penambahan kepadatan di ruas jalan yang diterapkan sistem ganjil genap.

"Ada peningkatan penjualan mobil bekas 20 persen. Namun kepadatan di jalanan enggak nambah, kecepatan tetap nambah," jelasnya.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Sistem Ganjil Genap
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini