Anies miris masih ada tiga juta penduduk DKI gajinya di bawah Rp 3 juta

Minggu, 14 Januari 2018 16:04 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Rini Soemarno bertemu Anies. ©2018 Merdeka.com/Hari Aryanti

Merdeka.com - Anies Baswedan memaparkan tiga prioritas utama tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Tiga hal yang masih menjadi perhatiannya adalah kesejahteraan, pendidikan, dan lapangan pekerjaan bagi warga DKI Jakarta.

"Jakarta ini kota kota begitu banyak sejarah Republik di sini, ketika dikumandangkan kemerdekaan itu di Jakarta, kenapa? karena bisa mensejahterakan, memerdekakan," kata Anies saat jadi pembicara di masjid Istiqlal, kawasan Jakarta Pusat, Minggu (14/1).

"Dan saya ingin kemerdekaan terbayar lunas di kota ini, karena hari ini 3 juta penduduk di Jakarta gaji Rp 3 juta ke bawah," tambahnya.

Anies prihatin melihat kemiskinan di Ibu Kota yang dinilai lebih parah dibandingkan daerah pelosok. Menurutnya, kemiskinan di pelosok masih terjaga karena udara yang segar dan gotong royong bersama keluarga.

"Terus terang kami melihat ini sesudah kampanye. Ketika saya dateng ke kampung-kampung ke Jakarta kemiskinan jauh kebih berat dibanding pelosok-pelosok, di Jakarta miskin dalam ruang yang sangat sempit, kumuh, kotor," ujarnya.

"Jadi yang miskin di Jakarta itu fokus utama kita. Nomor satu kita ingin menghilangkan ketimpangan di Jakarta. Jadi arahnya bereskan kemiskinan, kalau tidak jangan harap kota ini jadi contoh di Indonesia maupun dunia," sambung Anies.

Selanjutnya, mantan Mendikbud ini mengaku masih miris melihat pendidikan yang belum merata bagi warga ibu kota. Terutama di wilayah Jakarta Utara, 48 persen siswanya tidak tamat Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Yang kedua adalah pendidikan, masa di Jakarta Utara itu yang lulus SMA cuma 52 persen, 48 persen anak kita tidak pernah lulus, ini ibu kota lho. Kalau enggak lulus SMA itu daftar office boy saja enggak bisa. Ini ibu kota jadi yang kedua pendidikan," tuturnya.

Anies berjanji menggenjot pendidikan yang berkualitas untuk membentuk karakter akhlak yang baik bagi siswa di Jakarta. "Bukan hanya lulusnya, tapi kualitasnya, jika pendidikan bagus akhlaknya bagus," ucapnya.

Prioritas ketiga adalah keadilan dan kesejahteraan warga yang saat ini belum merata. Maka dari itu, beberapa waktu lalu Pemprov DKI mencabut larangan sepeda motor yang tak boleh melintas di ruas Bundaran Hotel Indonesia - Thamrin untuk menjalankan roda ekonomi warga kelas bawah.

"Yang ketiga lapangan pekerjaan, lapangan pekerjaan di sini harus dibuka. Kemarin kami buat keputusan untuk sepeda motor, ini bukan soal sok simpati, kami lihat data, satu hari di Sudirman sampai Thamrin ada 480.000 delivery ke jalan ini, pesen makanan, jemput," ujar Anies.

"Siapa itu? orang kecil semua enggak ada yang naik mobil semua, datanya dari perusahaan digital digital, kalau kita enggak buka jalan itu kesejahteraan Jakarta hanya milik sebagian orang," tutup Anies. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.