Anies Klaim Pembangunan di Jakarta Utamakan Persatuan
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa semen pemersatuan paling ampuh di masyarakat adalah keadilan. Menurut Anies, tanpa keadilan sulit menghadirkan persatuan di tengah masyarakat.
Untuk itu dia menginisiasi semua program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada warganya mengandung pesan untuk memupuk kesetaraan. Semangat kesetaraan juga berusaha ditanamkan dalam pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Anies berharap stadion kembanggan warga Jakarta itu bisa digunakan oleh siapa pun tanpa memandang kelompok.
"Sebentar lagi stadionnya selesai, doakan segera tuntas. Itu bisa menampung 82 ribu orang kumpul di sana, mudah-mudahan kalau ada acara bisa di sana semua. Kegiatan majelis taklim dan kegiatan olahraga di sana. Kegiatan di suatu tempat yang membuat orang ada kesetaraan, jadi besar harapan kita semua program-program ini nantinya mengirimkan pesan ke semuanya bahwa dengan kita fokus menghadirkan keadilan maka muncul kesatuan. Tanpa ada keadilan sulit ada persatuan," kata Anies dalam acara HUT PPP ke-49 di DPW PPP DKI Jakarta, Jakarta pada Minggu (30/1).
Lewat kesetaraan Anies ingin menghadirkan persatuan di tengah warga Ibu Kota. "Semua program mulai bantuan sosial, program pendidikan pesannya adalah kesetaraan untuk bisa hadirkan persatuan," kata Anies.
Menurutnya, segala program kerja selama dia menjadi orang nomor satu di Jakarta ditujukkan untuk menumbuhkan perasaan persatuan di antara rakyatnya. Persatuan berusaha Anies hadirkan di tempat umum yang selama ini dia bilang sebagai ruang ketiga, seperti di trotoar dan taman.
"Kita lihat transportasi umum ada rasanya bersatu, kenapa bisa bersatu? Karena membuat jalanan umum siapa saja, duduknya sama rendah berdirinya sama tinggi, tidak ada business class, atau economy class semuanya sama. Jakarta dibangung sepanjang 241 km trotoar agar dirasakan kesetaraan," kata dia.
Anies berkomitmen untuk menjalankan pembangunan berorientasi kepada keadilan supaya menimbulkan persatuan di tengah warga. Anies melihat bahwa kata persatuan perlu ditekankan daripada keberagaman.
"Seringkali akhir-akhir ini yang disebut lebih banyak 'bhinekanya', sebenarnya yang penting adalah tunggalnya, bersatunya. Kalau bhinekanya banyak di tempat lain, tapi bersatunya hanya ada di sini namanya Republik Indonesia," tutup Anies.
Reporter: Yopi Makdori/Liputan6.com
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya