Anggota DPRD DKI Ini Kritik Rencana Pemprov Sediakan Jalur Road Bike

Jumat, 4 Juni 2021 02:29 Reporter : Merdeka
Anggota DPRD DKI Ini Kritik Rencana Pemprov Sediakan Jalur Road Bike Gedung Baru DPRD DKI Jakarta. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menyindir rencana Pemprov DKI menyediakan jalur sepeda road bike. Menurutnya, penyediaan jalur tersebut bentuk pemborosan energi dan sumber daya yang ada.

"Awalnya konsep sepeda disampaikan ke DPRD adalah untuk transportasi ramah lingkungan. Sekarang berubah menjadi mengurus hobi," kata Gilbert dalam keterangan tertulis, Kamis (3/6).

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan pengguna sepeda estimasinya hanya 0,1 persen bila dibandingkan pengguna transportasi publik. Dia menyarankan agar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk lebih fokus pada perbaikan transportasi yang ada, yakni Jak Lingko.

"Bung Anies janjikan Jak Lingko, tetapi sangat minim yang berfungsi. Jak Lingko secara konsep bagus, tetapi seperti yang kita lihat semua berhenti di tata kata atau narasi dan minim aksi," ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan bila JLNT Kasablanka-Tanah Abang akan dijadikan lintasan permanen road bike di akhir pekan.

Rencananya lintasan tersebut dapat digunakan mulai pukul 05.00-08.00 WIB.

" Jadi masih menunggu keputusan gubernur ya. Hasil rapat sementara lintasan jalan non tol Kokas yang Karet itu menjadi lintasan permanen road bike setiap Sabtu-Minggu saja," ucapnya di Balaikota DKI Jakarta, Senin (31/5/2021).

Sementara untuk pengendara kendaraan bermotor, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menyiapkan jalur pop up di Jalan Sudirman-Thamrin.

"Kemudian hari Sabtu-Minggu akan disiapkan jalur tambahan pop up Sudirman-Thamrin khusus bagi non-road bike ya. Jadi yang bisa pesepeda biasa non-road bike," katanya.

Untuk lintasan road bike Sudirman-Thamrin bisa digunakan pada Senin-Jumat mulai pukul 05.00 sampai 6.30 WIB. Menurut Riza, selain waktu tersebut pesepeda akan dilarang.

"Seluruhnya wajib menggunakan jalur sepeda permanen selain di jam itu. Kemudian yang keempat, penetapan lintasan road bike akan diatur melalui keputusan gubernur draftnya masih dibahas secara maraton oleh stakeholder. Ini baru hasil rapat tadi antara Dishub dengan Polda ya," terang dia.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini