Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Agus gunakan modal di militer untuk hindari intervensi birokrasi

Agus gunakan modal di militer untuk hindari intervensi birokrasi Kandidat debat Pilgub DKI. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Salah satu pekerjaan rumah bagi calon pemimpin DKI Jakarta adalah meningkatkan kualitas birokrasi agar bersih dan bertanggung jawab. Namun, persoalannya adalah adanya intervensi kekuasaan politik yang mengganjal upaya melakukan reformasi birokrasi sehingga pelayanan tidak berorientasi pada masyarakat.

Menjawab tantangan ini, pasangan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono secara tegas menyatakan intervensi kekuasaan politik harus dihindarkan. Agus mengaku memiliki pengalaman untuk menjadikan birokrasi dan organisasi pemerintahan lebih profesional terbuka dan terukur kinerjanya.

"Saya adopsi modal saya di militer menata organisasi yang profesional. Kita gunakan Key Person Indikator untuk tiap jabatan. Setiap birokrat menduduki jabatan sesuai kemampuannya. Right man in the right place," ujar AGus saat debat kedua Pilgub DKI di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (27/1).

Agus mengatakan, sebagai bagian dari reformasi birokrasi, dibutuhkan pelatihan dan pendidikan yang relevan dengan persoalan Jakarta. Selain itu, kata AGus, harus dihindari kultur ketakutan dalam institusi pemerintahan.

"HIndari membangun kultur serba takut, takut dimutasi, takut dipecat. Karena ini akan menurunkan semangat kerja," ucapnya.

Agus menambahkan, reformasi birokrasi menjadi kunci awal mewujudkan good goverment, sehingga lebih akuntabel dan transparan. "Kita harus yakinkan birokrasi kita memiliki tingkat profesionalisme bagus. Kita harapkan bisa jadi kekuatan untuk selesaikan masalah Jakarta. Agar birokrasi bisa berkualitas dan semakin baik," katanya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP