Agenda Akhir Pekan: Yuk ke Festival Ciliwung 2!

Sabtu, 9 November 2019 10:34 Reporter : Syakur Usman
Agenda Akhir Pekan: Yuk ke Festival Ciliwung 2! Festival Ciliwung 2 dengan tema Ciliwung sebagai destinasi wisata budaya. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Di ujung Jakarta Timur, di sebuah bantaran sungai, sebuah festival diihelat pada hari ini, Sabtu (9/11). Festival Ciliwung 2 namanya dan digelar di Padepokan Ciliwung, yang berada di Jalan Munggang, Gang H Mursali, Condet Balekambang, Jakarta Timur. Lokasi acara yang tepat berada di sisi Sungai Ciliwung menjadi keunikan tersendiri.

Beragam kegiatan dan kesenian menarik bisa jadi daya tarik pengunjung yang ingin menghabiskan akhir pekan di sini. Misalnya acaara Larung Getek Mini (getek harapan). Getek harapan adalah prosesi yang mana para pejabat, tokoh masyarakat, dan publik menuliskan harapannya untuk Sungai Ciliwung, lalu dilarung ke sungai menggunakan getek mini. Ini menjadi harapan publik agar Sungai Ciliwung lebih indah dan bermanfaat lebih di masa mendatang.

Setelah itu, ada fashion show batik Lokal Ciliwung-Condet untuk memperkenalkan batik bermotif tumbuhan asli Condet seperti salak. Berikutnya, ada penanaman pohon salak Condet yang menjadi ikon wilayah Condet dan juga ditetapkan menjadi maskot kota Jakarta. Tak ketinggalan bazar yang berisi aneka kuliner Betawi yang otentik.

"Dalam Festival Ciliwung 2 ini, publik dapat menyaksikan berbagai perlombaan permainan tradisional, lomba mewarnai anak, serta penaampilan seni budaya Betawi seperti palang pintu, silat Betawi, pantun Betawi, tarian Gambang Kromong, dongeng anak Betawi, dan banyak acara menarik lainnya," ujar Ikhsan Kamil, Ketua Panitia Festival Ciliwung 2, dalam keterangan persnya, kemarin.

1 dari 2 halaman

Booth Firman Muntaco dan Komunitas asal Jepang

 /></p>
<p style=2019 Merdeka.com

Yang menarik di festival ini, ada booth khusus tentang penulis Betawi Firman Muntaco yang juga berdomisili di Condet. Firman Muntaco adalah penulis andal kelas nasional, yang banyak menulis tentang masyarakat Betawi dan kebetawian. Tulisannya tersebar di media massa nasional dan buku-buku soal sketsa kaum Betawi.

Hal menarik lainnya, Festival Ciliwung 2 juga akan diisi dengan kunjungan kehomatan dari komunitas penggiat sungai dan lingkungan dari Jepang. Kedatangan mereka ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dan 'transfer knowledge' dalam pengelolaan sungai dengan pemanfaatan teknologi dari negeri Sakura tersebut.

2 dari 2 halaman

Sungai Ciliwung Jadi Destinasi Wisata Budaya

 /></p>
<p style=2019 Merdeka.com

Tahun ini Festival Ciliwung 2 berelaborasi dengan Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Timur dengan tema kegiatan "Ciliwung Sebagai Destinasi Wisata Budaya".

Maulana alias Lantur, Ketua Padepokan Ciliwung Condet, mengatakan kegiatan ini sebagai langkah memperkenalkan dan memberikan informasi tentang sungai Ciliwung, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kota Jakarta.

Kami juga ingin mengangkat kearifan lokal masyarakat di lingkungan sungai Ciliwung. Lalu, mengajak masyarakat agar senantiasa menjaga dan melestarikan sungai Ciliwung demi kelangsungan keanekaragaman hayati dan ekosistem sungai Ciliwung, ungkap Lantur.

Lebih jauh lagi, kata Lantur, festival ini menjadi ajang untuk mendukung sungai Ciliwung sebagai salah satu destinasi wisata dan moda transportasi air di Jakarta. Hal ini sejalan dengan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 881 Tahun 2019 tentang Tim Percepatan Penataan dan Pengembangan Kawasan Condet Sebagai Destinasi Wisata.

Dalam keputusan gubernur tersebut, diuraikan tentang obyek penataan dan pengembangan kawasan Condet sebagai destinasi wisata yang meliputi seni budaya Betawi dan seni budaya nusantara lainnya yang hidup di Kawasan Condet, buah-buahan dan tanaman ciri khas Condet, lahan cagar buah Condet; dan karakteristik dan utilitas Sungai Ciliwung di kawasan Condet (Ekowisata).

Masih 'mager' di akhir pekan ini?

Yuk ke Festival Ciliwung 2 sekarang sambil mendukung kebersihan Sungai Ciliwung! [sya]

Baca juga:
Curah Hujan Belum Menentu, Bantaran Sungai Ciliwung Masih Kekeringan
Tiang Pancang Normalisasi Ciliwung Terbengkalai Bertahun-tahun di Rawajati
Keceriaan Anak-Anak Bermain di Setu Rawabadung
Meninjau Proyek Normalisasi Kali Kayu Putih
Mengadu Nasib di Pinggir Kali Ciliwung

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini