Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sisa Kegemilangan Bioskop Jadul Karawang, Primadona Era 80an

Sisa Kegemilangan Bioskop Jadul Karawang, Primadona Era 80an Karawang Theatre. ©2021 Merdeka.com/Kuncoro Widyo Rumpoko

Merdeka.com - Empat papan besi reklame poster film masing terpajang di bangunan tua ini. Warna putih catnya mulai memudar, besi-besinya mulai berwarna kekuningan. Berkarat tertimpa hujan dan terik panas matahari.

Gemerlap lampu dulunya menyinari tempat ini, namun kini lampunya sudah padam. Poster film tak akan nampak lagi. Karawang Theatre meninggalkan sisa kegemilangannya.

Bioskop yang didirikan 31 Maret 1988 ini dulunya bak primadona di Karawang. Letaknya yang strategis berada di Jawa Barat berbatasan dengan Bekasi, membuat bioskop ini laris manis. Kursi-kursinya selalu penuh. Antrean penonton terlihat mengular. Kini, bangunan tua ini kosong tak bertuan.

karawang theatre©2021 Merdeka.com/Kuncoro Widyo Rumpoko

Hadirnya bioskop yang baru membuat bangunan yang ada di Jalan Tuparev, Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat ini mulai tertinggal. Karawang Theatre secara perlahan tergerus oleh hadirnya bioskop lain. Tulisan 'Segera', 'Hari Ini' yang tersemat di dinding tak lagi bermakna.

Terseok-seok bertahan, hingga akhirnya bioskop jadul ini memutuskan untuk tutup. Karawang Theatre memutar film terakhir pada 6 Februari 2019. Film terakhir yang diputar ialah Terlalu Tampan dan Tembang Lingsir. Bak mengucapkan perpisahan, penonton terakhir bioskop itu mencapai 371 orang.

karawang theatre©2021 Merdeka.com/Kuncoro Widyo Rumpoko

Piagam penanda bangunan ini berdiri terpajang di dinding bata berwarna putih. Bangunan diresmikan oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Karawang, Sumarno Suradi pada tahun 1988.

Meski kini kosong, namun Kusdi seorang penjaga gedung seringkali membersihkan seputar bioskop. Memotong rumput yang mulai panjang. Pria 61 tahun ini pegawai terlama dari manajemen bioskop.

Dulunya Ia hanya pegawai yang bekerja di lapangan bagian ekspedisi. Mondar-mandir Jakarta dan Karawang untuk kebutuhan pemutaran filem yang akan berlangsung. Tahun 1997 Ia bergabung dengan manajemen bioskop, dan setia menjaga gedung hingga kini.

karawang theatre©2021 Merdeka.com/Kuncoro Widyo Rumpoko

Proyektor putar dan layar besar untuk menampilkan film masih terpampang di bangunan ini. Atap plafon-nya beberapa berlubang. Cat dinding berwarna putih yang mengelilingi sudah mulai terkelupas.

Debu tebal memenuhi Karawang Theatre. Sebuah loket antrean film masih ada di bangunan ini. Di dalamnya masih tersimpan 700 bangku penonton di 2 studio.

karawang theatre©2021 Merdeka.com/Kuncoro Widyo Rumpoko

Bangunan yang kini berusia 30 tahun ini kosong. Lahan kosong di sekitar bioskop menjadi lahan parkir kendaraan roda empat. Sebuah coretan di dinding menambah kesan bangunan tua ini tak lagi di huni.

Beberapa orang yang melewati bagian depan bioskop mungkin akan merasakan rindu. Karawang Theatre meninggalkan sebuah cerita dan kenangan manis bagi mantan para pelanggannya. (mdk/Tys)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP