Selalu ada tempat yang menarik untuk dikunjungi di Bandung, Jawa Barat. Salah satu di antaranya adalah Kebun Teh Jangkung di Malabar, Kecamatan Pangalengan. Tak salah untuk berwisata ke sini, karena suasananya yang syahdu saat berkabut dan bikin betah ketika cerah.
Kawasan ini sebenarnya merupakan area kebun teh yang beralih menjadi tempat rekreasi. Lokasinya nyaman dikunjungi, karena terhampar rerumputan hijau yang rapi. Letaknya juga strategis, karena tak jauh dari pinggir gerbang Perkebunan Malabar.
Selain cocok untuk sekadar melepas penat, area rerumputannya juga asyik digunakan untuk area berkemah. Luasnya tempat menjadikan kegiatan berwisata bersama orang tercinta semakin asyik.
Kebun teh Jangkung kiranya tak boleh dilewatkan bagi para penyuka suasana alam, dengan cerita sejarah yang menarik untuk disimak.
Advertisement
Walau tidak seterkenal kawasan Lembang maupun Ciwidey, kebun teh Jangkung tak kalah menarik untuk dikunjungi.
Foto: Ig @jawabarat.banget
Lokasi ini jadi tempat berwisata yang nyaman bersama keluarga, karena hawanya masih sangat terjaga.
Di tempat ini pengunjung bisa berkemah, berburu spot berfoto, menjelajah kebun teh, sampai berpiknik sembari menikmati makanan bersama-sama alias botram.
Rute yang dilewati juga sangat bagus, karena kondisi jalan sudah dicor beton dan bisa dilalui oleh kendaraan minibus.
Advertisement
Berkunjung ke sini juga cocok di segala kondisi, karena sensasinya yang tak dimiliki oleh kebanyakan tempat wisata. Ketika cuaca hujan, kebun teh Malabar akan menunjukkan suasana yang syahdu dengan sebaran kabut yang tebal.
Mengutip Instagram @jawabarat.banget, awan kabut langsung turun dan menemani para pengunjung ketika berwisata. Ini menjadi hal yang menarik karena seolah menampilkan pemandangan khas negeri dongeng.
Suasana berkabut di kebun teh Jangkung, Malabar, Pangalengan.
Selain itu, ketika cuaca cerah lanskapnya pun langsung menampilkan hamparan kebun teh yang amat luas, dengan sorotan matahari yang menghangatkan.
Yang perlu diperhatikan saat berkunjung setelah hujan adalah udaranya yang sangat dingin, sehingga perlu mengenakan pakaian berbahan tebal.
Advertisement
Saat cuaca cerah di kebun teh Jangkung, Malabar, Pangalengan.
Foto: Youtube Abah Ofi
Advertisement
Dalam kanal Youtube Abah Ofi dikatakan bahwa kebun teh Jangkung merupakan kebun teh kuno peninggalan Belanda.
Menurut sebuah plang penanda di lokasi tertulis jika kebun teh sudah ditanami oleh para petani setempat sejak tahun 1896, dengan luas total sekitar 1 hektare.
Penamaan Jangkung juga berasal dari pohon teh yang tidak pernah dipotong, dan dibiarkan tumbuh sejak abad ke-19 sampai abad ke-20.
Tingginya kebun teh, tentu menjadi daya tarik unik, mengingat biasanya pohon teh hanya tumbuh sekitar satu sampai dua meter di banyak perkebunan.
Advertisement
Mengutip penelitian Siti Julaeha dari program studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya, Universitas Indonesia berjudul “Perkebunan Teh di Hindia Belanda Studi Kasus: Perkebunan Teh Malabar di Kabupaten Bandung 1930-1934” menyebut bahwa produk teh dari kebun teh ini pernah mendunia.
Dahulu kebun ini pertama ditanam oleh sang pemilik, Karel Albert Rudolf (KAR) Bosscha tahun 1896, hingga menjadi salah satu perkebunan teh terbesar di Priangan.
Dari tahun ke tahun perkebunan mengalami peningkatan baik dari luas lahan yang digunakan maupun volume produksi. Pengiriman teh sudah dilakukan hingga ke pasaran dunia seperti London maupun Belanda.
Karena depresi ekonomi awal abad ke-20, maka perkebunan teh diambil alih oleh Pemerintah Belanda, terutama setelah Bosscha meninggal dunia. Langkah ini kemudian tepat, lantaran di tahun 1930-an, produksi teh kembali meningkat dengan manfaat yang turut dirasakan negara dan masyarakat setempat sebagai petani.
Advertisement
Advertisement
Untuk harga tiket, tempat ini sangat terjangkau yakni Rp15 ribu per orang dengan rincian anak di bawah dua tahun tidak dihitung.
Di lokasi juga tersedia lahan parkir yang luas, sehingga mampu menampung kendaraan besar seperti jeep, kendaraan travel elf hingga bus besar.
Saat akhir pekan, tempat ini ramai dikunjungi dan menjadi salah satu destinasi favorit dengan suguhan suasana asri dan cerita sejarah yang menarik.