Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarah Pondok Kopi Jakarta, Kebun Kopi Pertama di Indonesia yang Terkenal di Eropa

Sejarah Pondok Kopi Jakarta, Kebun Kopi Pertama di Indonesia yang Terkenal di Eropa Sejarah pondok kopi Jakarta. ©2020 Twitter @penangkarbenih/Editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Pondok Kopi merupakan sebuah kelurahan yang terletak di Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur. Saat ini, kawasan tersebut lebih dikenal sebagai kawasan pemukiman warga dengan jumlah penduduk mencapai 40.051 jiwa.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa dahulu kawasan tersebut merupakan daerah perkebunan kopi pertama di Indonesia. Kebun kopi ini dibawa oleh para penjajah Belanda untuk memajukan perekonomian di Batavia.

Konon disebutkan, kopi yang ditanam di kawasan tersebut memiliki kualitas luar biasa. Sehingga, kopi ini begitu terkenal hingga ke daratan Eropa.

Selain itu, tanaman kopi di kawasan tersebut juga diketahui sangat cocok ditanam di tanah kawasan Batavia. Saat itu, Belanda juga mengembangkannya secara merata di Jawa sebagai bagian dari komoditas kopi Arabica.

Menjadi Lahan Uji Coba Kopi Belanda

sejarah pondok kopi jakarta

©2020 Twitter @penangkarbenih/Editorial Merdeka.com

Dalam catatan sejarah yang dikutip dari twitter @penangkarbenih, di tahun 1696 Wali Kota Amsterdam Nicholas Witsen memerintahkan komandan VOC yang tengah bertugas di Pantai Malabar, India, Adrian van Ommen, untuk membawa bibit kopi ke Batavia (Jakarta).

Penanaman biji kopi tersebut sebagai upaya uji coba pemerintah Belanda menguji kualitas kopi-kopi sebelum diproduksi. Atas inisiatif dari Gubernur Jendral VOC Willem van Outhoorn bibit kopi tersebut ditanam, di lahan pribadi miliknya di kawasan yang saat ini dikenal sebagai Pondok Kopi.

Hasil dari panen pertama tersebut langsung dibawa ke Leiden untuk diuji ahli Biologi di Hortus Botanicus, Belanda.

“Panen pertama panen kopi di Pondok Kopi langsung dikirim ke Hortus Botanicus Amsterdam untuk diteliti dan dikembangkan lebih lanjut," tulis di akun tersebut.

Menciptakan Mutu Kopi yang Disukai Eropa

Hasil penelitian tim Hortus Botanicus mengungkapkan, jika kopi yang ditanam di kawasan Batavia tersebut memiliki kualitas luar biasa. Sehingga, biji-biji kopi dari Pondok Kopi tersebut langsung dibawa ke kebun raya di beberapa wilayah di Eropa.

“Mutu dan cita rasa kopi yang ditanam di kawasan tersebut melampaui kopi yang pernah mereka ketahui,” keterangan di twitter @penangkarbenih.

Hingga, masyarakat Eropa terutama Prancis, begitu menyukai cita rasa dari kopi yang dahulu dikenal sebagai Kopi Jawa itu.

Sempat Dikenal sebagai Desa Kopi

sejarah pondok kopi jakarta

©2020 Twitter @penangkarbenih/Editorial Merdeka.com

Sejak saat itu, kawasan di Utara Batavia tersebut terus dikembangkan menjadi wilayah budidaya kopi. Hingga, masyarakat Eropa khususnya Belanda, menyebut kawasan tersebut dengan 'Desa Kopi'.

Berdasar pada kisahnya di masa lalu, pada tanggal 17 Januari 1982 warga Jakarta sepakat meresmikan nama kawasan tersebut, yang sebelumnya bernama Desa Malaka, menjadi Pondok Kopi. Nama itu diresmikan bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Jakarta yang ke-493.

“Saat itu desa ini masuk dalam bagian Desa Malaka. Karena sulit membedakan antara Desa Kopi dan Desa Malaka, akhirnya warga sepakat mengganti nama Desa Kopi dengan sebutan Pondok Kopi," tulis humas PHRI Jabar.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP