Mengenal Tradisi Nyepuh Khas Warga Ciamis, Sambut Ramadan dengan Hias Kampung hingga Makan Nasi Kuning

Tradisi Nyepuh jadi cara warga di Ciamis untuk menyambut bulan Ramadan.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Mengenal Tradisi Nyepuh Khas Warga Ciamis, Sambut Ramadan dengan Hias Kampung hingga Makan Nasi Kuning
Tradisi Nyepuh jadi cara warga di Ciamis untuk menyambut bulan Ramadan (© 2024 merdeka.com/Instagram Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Ciamis)

Tradisi Nyepuh jadi cara warga Ciamis menyambut bulan Ramadan.

Tidak terasa Ramadan sebentar lagi tiba. Sejumlah umat Muslim di Indonesia sudah mulai menyambut kedatangannya seperti warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat yang melaksanakan tradisi adat Nyepuh.

Tradisi ini rutin dilaksanakan, sekaligus untuk menghormati leluhur di masa silam. Harapan utama dari acara ini agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.

Sejumlah acara turut diadakan, di antaranya menghias kampung dengan ornamen islami juga menyantap makanan tradisional dan nasi kuning bersama. Dalam pelaksanaan tradisi Nyepuh pada Senin (26/2) lalu, ratusan warga antusias dan berkumpul di makam leluhur Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Instagram Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Ciamis

Yuk, kenalan lebih dalam dengan tradisi adat Nyepuh untuk sambut bulan Ramadan ala warga Kabupaten Ciamis.

Warga Memakai Pakaian Putih

Warga Memakai Pakaian Putih
© 2024 merdeka.com/Instagram Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Ciamis

Merujuk ANTARA, Desa Ciomas menjadi salah satu wilayah yang warganya melaksanakan tradisi Nyepuh bulan Ramadan.

Di sana warga terlihat memakai pakaian serba putih, mulai dari kerudung bagi perempuan dan songkok bagi laki-laki.

Warga yang hadir kemudian mengikuti serangkaian prosesi, termasuk berdoa dalam menyiapkan diri lahir batin agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan tuntas dan mendapat keridaan.

Pakaian Putih Simbolkan Kesucian Diri

Penggunaan pakaian putih dari warga yang hadir ini bukan tanpa alasan. Ini sesuai dengan tujuan pelaksanaan tradisi adat Nyepuh, yakni mensucikan diri.

Warga yang hadir akan mendoakan sesepuh kampung di sana, termasuk berdoa agar tidak ada kebencian dan rasa iri dengki yang bisa membatalkan ibadah puasa.

Acara doa bersama ini dipimpin oleh sesepuh yang masih hidup, beserta tokoh pemuka agama setempat.

Acara doa bersama ini dipimpin oleh sesepuh yang masih hidup, beserta tokoh pemuka agama setempat.
© 2024 merdeka.com/Instagram Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Ciamis

Menghias Kampung sampai Menyantap Nasi Kuning

Menghias Kampung sampai Menyantap Nasi Kuning
© 2024 merdeka.com/Instagram Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Ciamis

Di laman dispar.ciamiskab.go.id disebutkan jika maksud lain dari diadakannya tradisi adat Nyepuh untuk mempererat tali silaturahmi antar warga.

Warga yang hadir akan duduk bersama dan mendengarkan doa-doa yang dipanjatkan oleh pemuka agama setempat. Seluruh lapisan masyarakat yang hadir juga memiliki tujuan yang sama, yakni memohon kelancaran selama menjalankan ibadah puasa selama satu bulan nantinya.

Sebelumnya, warga sendiri sudah mulai mempersiapkan tradisi Nyepuh sejak jauh-jauh hari. Rumah-rumah warga dihias, sehingga semakin meriah. Acara ini kemudian ditutup dengan menyantap nasi kuning dan makanan lain yang sudah disiapkan.

Ajarkan Anak Muda agar Menghormati Orang Tua

Selain itu, tradisi ini juga mengajarkan anak muda agar menghormati orang tua. Ini juga terkait penamaan kata “Nyepuh” yang berasal dari “Sepuh” atau yang dituakan.

Sosok orang tua di sini adalah ayah dan ibu, di mana anak muda wajib meminta restu dalam menjalankan setiap keinginan dan cita-citanya agar berkah.

Sepuh di sini juga merujuk ke sesepuh yang berpengaruh dalam persebaran agama Islam di Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu yakni KH Eyang Penghulu Gusti.

Sepuh di sini juga merujuk ke sesepuh yang berpengaruh dalam persebaran agama Islam di Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu yakni KH Eyang Penghulu Gusti.
© 2024 merdeka.com/Instagram Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Ciamis

Kenalkan Budaya Sunda

Kenalkan Budaya Sunda
© 2024 merdeka.com/Instagram Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Ciamis

Tradisi Nyepuh rupanya juga berperan dalam merawat kebudayaan. Di akhir acara, seni tradisional khas Ciamis turut ditampilkan, seperti karinding, celempungan, kecapi suling sampai gembyungan.

Kemudian, di acara tersebut juga diadakan silaturahmi antar juru kunci se-Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis juga menyalakan obor saat malam.

Itulah tradisi Nyepuh yang menjadi ciri khas dari Kabupaten Ciamis yang rutin diadakan beberapa pekan sebelum datangnya bulan suci Ramadan.

Rekomendasi