Advertisement
Doa setelah Sholat Taubat dan Artinya, Begini Syarat Melakukannya
Sholat taubat adalah momen untuk merenungkan perbuatan, merasakan penyesalan dan berjanji untuk tak mengulanginya.
Doa setelah sholat taubat sebaiknya diamalkan umat muslim. Kehidupan manusia di dunia tak akan pernah lepas dari dosa. Meski berusaha untuk tidak jatuh ke dalam kegelapan dosa, namun terkadang ada perbuatan atau perkataan yang mungkin tidak disadari menjerumuskan manusia masuk ke dalam penyesalan.Namun, Allah juga tidak akan membiarkan umatnya begitu saja. Dia memberikan kesempatan pada kaum muslimin untuk memperbaiki diri dan kembali ke jalan yang benar. Kita harus ingat bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni jika kita datang kepada Allah dengan hati yang tulus dan niat untuk berubah.
Sholat taubat adalah salah satu pintu untuk mendapatkan ampunan Allah tersebut.
Dengan sholat taubat, kita berharap bisa membersihkan jiwa dan menghapus dosa yang telah lalu.
Tapi sholat taubat bukan sekadar gerakan fisik, melainkan proses batin yang disertai dengan doa-doa penyesalan dan permohonan ampunan.
Berikut selengkapnya doa setelah sholat taubat.
Advertisement
Advertisement
Pengertian Sholat Taubat
Sebelum mengetahui doa setelah sholat taubat, ketahui terlebih dahulu pengertian sholat taubat.
Sholat taubat adalah sholat sunnah yang dilakukan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa atau kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat.
Sholat taubat ialah bentuk penyesalan dan niat untuk tidak mengulangi dosa atau kesalahan tersebut.
Sholat taubat dapat dilakukan kapan saja, tetapi lebih utama dilakukan pada malam hari, setelah sholat isya atau sebelum sholat tahajud.
Sholat taubat dapat dikerjakan dengan minimal 2 rakaat.
Advertisement
Tata Cara Sholat Taubat dan Bacaan Niatnya
Sholat taubat dilakukan sebanyak 2 rakaat bisa pula 4-6 rakaat. Berikut urutannya:
1. Niat Sholat Taubat Nasuha
Ushalli Sunnatat Taubata Rak’ataini Lillahi Ta’ala
Artinya:
'Saya niat sholat sunah tobat dua rakaat karena Allah.'
2. Takbirotul Ihram
3. Membaca doa Istiftah/iftitah
4. Membaca surat Al Fatihah
5. Membaca surat dari Alquran
6. Rukuk
7. I'tidal (Membaca doa i'tidal)
8. Sujud (Membaca tasbih sujud tiga kali)
9. Duduk di antara dua sujud (Membaca doa 'Robbighfirlii warhamnii...')
10. Sujud kedua (Membaca tasbih sujud tiga kali)
11. Bangun melanjutkan rakaat kedua seperti urutan dari nomor 2 sampai 10.
12. Tasyahud akhir (Membaca bacaan tasyahud akhir)
13. Salam Berdoa mohon ampunan
Advertisement
Advertisement
Bagaimana Jika Masih Mengulang Dosa?
Jika sudah melakukan sholat taubat, tetapi tetap mengulangi dosa yang sama, apakah taubatnya masih bisa terus diterima?
Abu Hurairah Radiyallahu’anhu, menjelaskan bahwa Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda:
'Sesungguhnya telah aku ampuni hambaku. Kemudian ia melakukan dosa yang lainnya lagi, dan ia berkata : 'Wahai Tuhanku sesungguhnya aku berbuat dosa, maka ampunilah.'
Advertisement
(HR. Imam Ahmad).
Advertisement
Doa setelah Sholat Taubat
Setelah melaksanakan sholat taubat, hendaknya kita melantunkan doa setelah sholat taubat sembari berdzikir untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Adapun bacaan dzikir setelah sholat taubat adalah:
Astaghfirullahal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaihi.
Artinya: Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya.
Bacaan tersebut diucapkan 100 kali dengan setulus-tulusnya.
Setelah itu dilanjutkan dengan doa setelah sholat taubat sesuai ajaran Rasulullah SAW berikut ini:
Advertisement
merdeka.com
Artinya:
Ya Allah Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di atas ikatan janjimu dan akan menjalankannya dengan semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakuimu atas nikmatmu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.
Advertisement
Diharapkan setelah mengerjakan sholat taubat, seseorang tidak mengulangi lagi dosa yang pernah diperbuat dan memperbanyak bersedekah.
Bersedekah dapat menghapus dosa, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Thaha ayat 82 yang artinya:
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.”
Advertisement
Syarat-syarat Taubat
1. Taubat dilakukan dengan ikhlas, dan bukan karena seseorang atau untuk tujuan duniawi.
2. Menyesali dosa yang pernah dilakukan dahulu dan tidak ingin mengulanginya kembali. Sebagaimana dikatakan oleh Malik bin Dinar, “Menangisi dosa-dosa itu akan menghapuskan dosa-dosa sebagaimana angin mengeringkan daun yang basah.”
3. Tidak terjebak dalam perbuatan dosa saat ini. Jika ia melakukan keharaman, maka segera tinggalkan dan jika meninggalkan suatu yang wajib, maka segera lakukan kembali. Dan jika berkaitan dengan hak manusia, maka segera tunaikan atau meminta maaf.
4. Bertekad untuk tidak mengulangi dosa di masa depan. Hal ini sebagaimana tafsiran sebagian ulama yang menafsirkan taubat adalah bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.
5. Taubat dilakukan pada waktu diterimanya taubat yaitu sebelum datang ajal atau sebelum matahari terbit dari arah barat. Jika dilakukan setelah itu, maka taubat tersebut tidak lagi diterima. Allah Ta’ala berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At Tahrim: 8).
Advertisement
Advertisement
Hadis tentang Taubat
Sholat taubat adalah sholat sunnah yang dianjurkan berdasarkan kesepakatan empat madzhab. Hal ini didasarkan pada hadis Abu Bakr Ash Shiddiq, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ». ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ
“Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat ini: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah.)
Selain itu, ada sebuah hadits yang patut jadi renungan, di mana Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,
قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
Advertisement
”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi.)