Manfaat Bekam bagi Tubuh, Ketahui Prosedur dan Efek Sampingnya

Dengan memperbaiki aliran darah ke area yang terkena, bekam meningkatkan sirkulasi darah serta memperbaiki suplai oksigen ke sel yang rusak atau terinfeksi.

Andre Kurniawan
Oleh Andre Kurniawan - Reporter
Manfaat Bekam bagi Tubuh, Ketahui Prosedur dan Efek Sampingnya
Manfaat Bekam bagi Tubuh, Ketahui Prosedur dan Efek Sampingnya (Merdeka.com)

Manfaat Bekam bagi Tubuh, Ketahui Prosedur dan Efek Sampingnya

Meskipun memiliki akar dalam tradisi kuno, banyak praktisi medis dan pasien saat ini menggunakan alternatif ini karena adanya manfaat bekam.

Terapi bekam merupakan salah satu pengobatan alternatif yang disebut berasal dari Timur Tengah dan Tiongkok. Terapi ini dilakukan dengan menggunakan cangkir atau alat khusus yang dapat menarik kulit dan mengeluarkan darah kotor atau racun dari tubuh. Banyak orang yang percaya bahwa terapi bekam dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Namun, terapi bekam juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai. Selain itu, ada beberapa orang dengan kondisi tertentu yang tidak diperbolehkan menjalani prosedur bekam. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui prosedur dan risikonya dengan baik.

Anda juga harus memastikan bahwa terapi bekam dilakukan oleh tenaga profesional yang berpengalaman dan bersertifikat. Selain itu, Anda juga harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu yang mungkin tidak cocok dengan terapi bekam.

Mengenal Terapi Bekam

Bekam adalah salah satu teknik pengobatan tradisional yang telah digunakan sejak ribuan tahun yang lalu. Praktik ini melibatkan penggunaan alat khusus yang ditempelkan pada kulit untuk membuat vakum dan meningkatkan aliran darah ke daerah yang terkait. Bekam umumnya digunakan untuk membersihkan racun di dalam tubuh serta mengobati berbagai macam penyakit.

Asal usul bekam tidak dapat dipastikan secara pasti, tetapi praktik ini telah dilakukan di berbagai budaya seperti Cina, Yunani Kuno, Mesir, Arab, India, dan Afrika. Konsep dasar di balik bekam adalah mempertahankan keseimbangan aliran energi dalam tubuh, yang disebut "qi", dan menghilangkan penghalang yang mungkin mengganggu aliran energi tersebut. Dalam bekam, aliran darah yang ditingkatkan membantu menghilangkan racun dan memulihkan keseimbangan qi.

Bekam memiliki beberapa jenis, seperti bekam kering, bekam basah, dan bekam beku. Bekam kering melibatkan penggunaan kaca atau bambu yang ditempelkan pada kulit tanpa membuat cedera. Bekam basah melibatkan membuat sayatan kecil pada kulit sebelum ditempelkan alat bekam untuk mengeluarkan darah. Sedangkan bekam beku menggunakan tangan yang terlatih untuk mengetuk dan memijat area tertentu guna meningkatkan aliran darah.

Manfaat Bekam Bagi Tubuh

Setelah mengetahui pengertiannya, berikutnya, akan dijelaskan berbagai manfaat bekam bagi tubuh.

Bekam, juga dikenal sebagai terapi pengeluaran darah atau hijamah, merupakan proses penghisapan darah dengan menggunakan alat khusus pada permukaan kulit. Bekam telah digunakan selama ribuan tahun sebagai terapi alternatif untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Terapi bekam memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh.

Manfaat utama terapi bekam adalah mengurangi rasa sakit. Dengan memperbaiki aliran darah ke area yang terkena, bekam membantu tubuh untuk meningkatkan sirkulasi darah serta memperbaiki suplai oksigen ke sel-sel yang rusak atau terinfeksi. Ini berpotensi meredakan peradangan dan mempercepat proses penyembuhan. Terapi ini juga dapat membantu mengurangi ketegangan otot, kram, kelelahan, dan kekakuan sendi.

merdeka.com

Beberapa penyakit yang dapat diobati dengan bekam antara lain migrain, gangguan pencernaan seperti maag, asam lambung berlebih, dan sembelit, gangguan pernapasan seperti asma, bronkitis, dan sinusitis, serta penyakit kulit seperti jerawat, eksim, dan psoriasis. Mekanisme terapi bekam melibatkan peningkatan aliran darah dan peredaran limfatik, merangsang sistem kekebalan tubuh, serta mengeluarkan racun dan zat berbahaya dari dalam tubuh.

Namun, meskipun telah digunakan secara luas, terapi bekam masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi secara pasti efektivitas dan keamanannya. Penelitian yang lebih mendalam diperlukan untuk menentukan manfaat dan risiko yang terkait dengan terapi bekam, serta untuk membandingkannya dengan pengobatan konvensional yang ada. Kajian yang berfokus pada kontrol mutu, standar sterilisasi, dan praktik yang aman sangat penting untuk menjaga keamanan pasien yang menjalani terapi bekam.

Prosedur Terapi Bekam

Setelah mengetahui manfaat bekam bagi tubuh, selanjutnya akan dijelaskan prosedur terapi bekam yang bisa dilakukan.

Terapi bekam dilakukan dengan menggunakan alat khusus bernama bekam. Bekam ini biasanya terbuat dari bahan kaca atau plastik dengan bentuk bulat atau sedikit runcing di bagian atasnya. Pada prosedur terapi bekam, terdapat beberapa langkah yang perlu diikuti, antara lain:

1. Persiapan: Sebelum terapi bekam dimulai, pasien perlu melakukan beberapa persiapan. Salah satunya adalah membersihkan area yang akan diterapi dengan sabun dan air hangat. Hal ini dilakukan untuk mencegah infeksi yang mungkin terjadi. Selain itu, pasien juga disarankan untuk minum air yang cukup agar tubuhnya terhidrasi dengan baik.

2. Penempatan alat bekam: Setelah persiapan selesai, alat bekam akan ditempatkan di area yang akan diterapi. Biasanya, area yang umum diterapi dengan bekam adalah punggung, bahu, lengan, atau kaki. Alat bekam akan ditempatkan dengan menggunakan sedotan atau kaca-pompa sehingga menciptakan ruang hampa udara di bawah kulit.

3. Pembuatan lecet: Setelah alat bekam ditempatkan, dokter atau terapis akan melakukan gerakan-gerakan tertentu untuk memperbesar ruang hampa udara di bawah kulit. Gerakan ini akan menghasilkan efek seperti "tarikan" pada kulit, yang kemudian akan membentuk lecet atau memar kecil.

4. Pengangkatan alat bekam: Setelah terapi selesai, alat bekam akan diangkat dengan hati-hati. Pastikan untuk tidak merobek atau menyakiti kulit ketika mengangkat alat bekam.

5. Perawatan setelah terapi: Setelah terapi bekam, area yang diterapi perlu dirawat dengan baik. Biasanya, area tersebut akan ditutup dengan kain steril atau kompres dingin untuk mencegah infeksi dan mengurangi peradangan.

Siapa yang Tidak Boleh Dibekam?

Meski bermanfaat, tidak semua orang dapat melakukan terapi bekam. Ada beberapa kondisi di mana terapi bekam tidak disarankan, termasuk:

  • Wanita hamil atau yang sedang menstruasi.
  • Orang dengan kanker metastatik (kanker yang telah menyebar).
  • Orang yang mengalami patah tulang.
  • Orang dengan kondisi trombosis urat dalam, ulser, lambung, arteri, dan urat nadi.
  • Orang dengan kondisi kelainan darah seperti anemia dan hemofilia.
  • Orang yang menderita penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis.
  • Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah atau memiliki riwayat stroke.
  • Anak-anak di bawah 4 tahun.

Selain itu, efek samping seperti ketidaknyamanan, luka bakar, memar, dan infeksi kulit juga perlu dipertimbangkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan praktisi kesehatan yang terlatih sebelum menjalani terapi bekam untuk memastikan keamanan dan kelayakan prosedur tersebut bagi kondisi kesehatan individu.

Risiko Efek Samping

Setelah mengetahui manfaat bekam bagi tubuh dan prosedurnya, terakhir akan dijelaskan berbagai risiko efek sampingnya.

Seperti dijelaskan, bahwa bekam adalah terapi tradisional yang memberikan beragam manfaat bagi tubuh. Meski bermanfaat, terdapat beberapa efek samping yang perlu diketahui sebelum menjalani terapi bekam.

Salah satu efek samping yang mungkin terjadi adalah ketidaknyamanan selama atau setelah terapi. Bekam melibatkan penggunaan jarum atau alat vakum untuk menghasilkan tekanan di kulit, yang dapat menyebabkan rasa sakit, gatal, atau sensasi tersengat. Beberapa orang juga melaporkan adanya nyeri otot atau kekakuan setelah terapi bekam.

Selain itu, terapi bekam juga dapat menyebabkan masalah kesehatan tertentu. Beberapa individu dapat mengalami memar, luka atau infeksi pada area yang diberi bekam. Selain itu, terapi bekam juga dapat meningkatkan risiko perdarahan pada individu yang mengalami gangguan pembekuan darah atau sedang menggunakan obat pengencer darah.

Penting untuk diingat bahwa efek samping terapi bekam dapat bervariasi antara individu. Beberapa orang mungkin merasa efek samping yang lebih signifikan, sementara yang lain mungkin hanya mengalami sedikit ketidaknyamanan. Penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menjalani terapi bekam untuk memahami potensi risiko yang mungkin terkait dengan kondisi kesehatan Anda.

Rekomendasi