Intip Indahnya Batik Khas Kuningan, Ada Motif Kuda sampai Bokor Emas

Batik jadi salah satu kekayaan budaya khas Kabupaten Kuningan yang masih jarang diketahui

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Intip Indahnya Batik Khas Kuningan, Ada Motif Kuda sampai Bokor Emas
Batik jadi salah satu kekayaan budaya khas Kabupaten Kuningan yang masih jarang diketahui (© 2024 merdeka.com)

Banyak yang belum mengetahui jika Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memiliki kekayaan budaya berupa batik. Terdapat beragam motif unik yang dibuat para perajin, salah satunya motif hewan kuda Windu dan bokor emas.

Sentra batik khas Kuningan sendiri terletak di Desa Cikubang Sari, Kecamatan Kramat Mulya, lewat sebuah galeri bernama Nisya Batik.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

“Di sini semuanya batik kuningan, dan kurang lebih tersedia 125 motif khas setempat,” kata Sutisna, pemilik galeri Nisya Batik, mengutip YouTube Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX, Rabu (3/1).

Warna warni

Keunikan batik khas Kuningan sendiri yang mencolok adalah ada pada pilihan warnanya.

Di galeri tersebut tersedia berbagai warna, mulai dari merah tua, hitam, kuning, biru, hijau, putih hingga cokelat. 

Batik Kuningan ini kami rintis di 2004, dan di 2008 kami menjualnya. Setelah kami ada produsen lainnya seperti Batik Dakor dan Batik Bojong Asri. Kalau setahun sebelum saya itu ada juga, namanya Batik Paseban,” jelas Sutisna antusias.

Asal usul batik khas Kuningan

Sebelumnya batik khas Kuningan tidak terangkat seperti sekarang. Sutisna bersama sang istri mulanya menawarkan dari mulut ke mulut hingga ke sekolah-sekolah.

Lama kelamaan batik Kuningan mulai dilirik oleh pemerintah daerah setempat dan dijadikan sebagai seragam PNS para pegawainya.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Dengan kemampuan membatik dari sang istri yang dibantu Sutisna sebagai lulusan sekolah grafika, produk batik di galeri tersebut akhirnya mampu terangkat dan menambah khazanah batik di kota berhawa sejuk itu.

Motif batik khas Kuningan

Sejumlah motif batik telah diproduksi galeri tersebut.

Seluruhnya mengangkat ikon khas Kabupaten Kuningan mulai dari kuda Windu, bokor emas, lembah Gunung Ciremai, gedung Perjanjian Linggarjati, Kagungan dan lain sebagainya.

Seiring berjalannya waktu, batik motif Kagungan ditetapkan menjadi motif batik seragam resmi PNS di Kabupaten Kuningan.

Makna di balik keindahan batik motif khas Kuningan

Mengutip laman budaya-indonesia.org, di balik motif-motif ikonik khas Kuningan terdapat pesan yang diangkat seperti kuda Si Windu yang menggambarkan warga Kuningan yang kreatif, sportif dan dinamis untuk berkehidupan sosial.

Kemudian batik motif Ikan Dewa yang menggambarkan ikan khas Kuningan yang hidup di kolam dan dikeramatkan oleh warga. Ikan ini dianggap unik karena populasinya tidak berkurang atau bertambah.

Sedangkan motif bokor emas atau cawan yang digunakan oleh leluhur Kuningan menggambarkan lahirnya Sang Adipati Kuningan yang menjadi pemimpin pertama, juga sebagai lambang lahirnya Kabupaten Kuningan pada tanggal 1 September 1948.

Membuat batik harus sabar

Sutisna menceritakan bahwa usahanya ini akan diturunkan ke anaknya yang bernama Nisya. Sang anak bahkan sudah berkuliah di jurusan batik tradisional di salah satu universitas di Pekalongan.

Dalam membuat batik, dibutuhkan ketelitian dan kesabaran yang tinggi. Menggoreskan canting pun harus perlahan dan luwes agar lilinnya menempel sempurna di motif yang sudah dibuat.

“Modal besarnya ya ketelitian itu, sabar juga. Kalau nggak ya hasilnya akan berantakan,” kata pria berkacamata itu.

“Modal besarnya ya ketelitian itu, sabar juga. Kalau nggak ya hasilnya akan  berantakan,” kata pria berkacamata itu.
© 2024 merdeka.com
Rekomendasi