Oza Feby Mulani (24) masih tak percaya dirinya bisa mengukir prestasi untuk Indonesia di kejuaraan dunia olahraga renang. Prestasinya sejak tahun lalu, termasuk di SEA Games 2023 ini begitu membanggakan hingga mampu meraih rekor tercepat.
Gadis asal Kota Bandung, Jawa Barat itu mengaku menyenangi olahraga air berenang dan sudah menekuninya sejak Sekolah Dasar (SD). Kemudian ia pantik kegigihannya itu, sehingga mampu tampil dengan baik di kancah internasional dan mengalahkan pesaingnya dari berbagai negara.
Saat ditemui wartawan, dirinya mengaku bahwa sang ayah lah yang memiliki peran besar dalam mengenalkannya dengan olahraga berenang.
“Awal mulanya aku belajar olahraga renang. Itu pun sekadar ikut sama ayahku aja. Nah, dari sana aku dikenalin sama pelatih, dan sepertinya pelatih ini bisa melihat potensi aku,” kata Oza, beberapa waktu lalu, dikutip dari laman Pemkot Bandung, Jumat (26/5).
Advertisement
Sejak kecil sudah raih prestasi renang
Disebutkan Oza, capaiannya di podium internasional SEA Games 2023 dengan meraih 2 medali perak tak didapatkan dengan mudah. Ia mulai berlatih renang dengan keras sejak duduk di bangku kelas 3 SD.
Ketika itu, dirinya yang sudah dibimbing oleh pelatih untuk mencoba meningkatkan kapasitas latihan dan mengikuti berbagai kejuaraan renang, termasuk berskala lokal di Batununggal. Kegigihannya kemudian berbuah manis karena medali perunggu bisa ia bawa pulang.
“Dari situ, seingatku, aku mulai tertarik belajar renang lebih jauh,” katanya.
Advertisement
Menjajal berbagai macam lomba sampai tingkat Internasional
Merasa yakin dengan kemampuan yang dimiliki membuat Oza terus tertantang dengan mengikuti berbagai seleksi kejuaraan. Di tahun 2010, ia sempat menjadi peserta Kejurnas, Kejurda dan ajang olahraga renang lainnya. Namun saat itu keberuntungan belum menghampirinya.
Tiga tahun kemudian, keinginannya masih kuat. Ia lantas menekuni cabang olahraga renang yakni Fin Swimming. Meski serupa dengan olahraga renang, namun Oza menyebut terdapat perbedaan yang signifikan. Ia pun memantapkan diri meniti karir di sana.
“Kalau berenang itu, ya kita berenang secara polosan aja, gitu. Kalau fin swimming, itu kita berenang dengan berbagai macam alat. Jadi bukan menyelam di dalam air,” katanya.
Satu tahun kemudian, dirinya mampu membuktikan kemampuannya dengan meraih juara 3 estafet dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2014.
Momentum ini yang ia kenang sebagai titik awal dirinya meraih prestasi yang lebih banyak lagi. Salah satu yang ia kenang adalah Porprov tahun 2018 yang juga melejitkan namanya sebagai peraih juara nasional.
Perjuangan lainnya yang ia lakukan adalah saat memberanikan diri tampil di ajang SEA Games tahun 2021 di Vietnam, yang merupakan debut internasional pertamanya.
Namun sayang, karena kondisi kesehatannya yang tak baik, Oza akhirnya dicoret dari kejuaraan bergengsi itu.
“Aku kena tifus. Memberanikan diri ikut, tetapi aku dicoret,” katanya.
Advertisement
Kejuaraan di Thailand dan SEA Games 2023 jadi pembuktian
Pengalaman gagal di SEA Games sebelumnya justru menjadi pelecut untuk terus meraih juara. Ia lantas mencoba kejuaraan dunia Fin Swimming di Thailand dan di luar dugaan ia mampu memecahkan rekor tercepat.
“Rekor di Indonesia saat itu 3 menit 29 detik. Aku pecahkan jadi 3 menit 28 detik,” terangnya.
Menurutnya, untuk mengikuti berbagai kejuaraan termasuk di jenjang internasional diambil berdasarkan tingkat kecepatan. Ia pun tak punya syarat khusus, dan hanya bermodalkan juara Fin Swimming di Thailand yang mencapai rekor tercepat di Indonesia.
“Jadi finswimming itu, apa ya, olahraga terukur, begitu. Jadi begitu aku bisa memecahkan rekor, kan jadi yang tercepat se-Indonesia tuh. Otomatis aku kebawa ikut (Pelatnas),” cerita, Oza
Walau demikian, atlit yang mengikuti kejuaraan tersebut mesti berlatih dengan giat. Saat menjalani karantina untuk Pelatnas SEA Games, penggemblengan materi ia dapatkan selama 7 bulan, terhitung sejak September 2022 hingga Mei 2023.
Untuk menggeluti sampai ke titik sekarang, Oza mengaku lelah namun komitmennya yang kuat untuk meraih juara berhasil mengalahkannya.
“Karena ini levelnya sudah Internasional, dan aku pun jadi atlet-nya Nasional begitu ya, jadi memang fasilitas yang aku dapatkan juga luar biasa. Aku memang hanya dituntut fokus latihan. Memang sangat lelah, melelahkan sekali pokoknya,” terang Oza.
Oza turut senang karena bisa mewakili Indonesia di ajang SEA Games 2023, dan membawa pulang dua medali.
“Ini SEA Games pertama aku. Jadi, rasanya enggak bisa dijelasin sih, seneng banget,” katanya.
Advertisement
Berlatih tekun dan gigih jadi kunci juara
Oza kemudian membagikan resep agar bisa berkesempatan ikut di kejuaraan internasional. Menurutnya berlatih dengan tekun dan gigih menjadi kunci suksesnya. Ia menambahkan, selama mempersiapkan lomba, dirinya sudah mulai berlatih sejak subuh sampai siang, lalu lanjut sore hingga petang.
Dari situ, dirinya mengaku tak punya waktu untuk bermain karena proses latihan ketat yang wajib ia jalankan.
“Subuh-subuh sudah turun untuk latihan, sampai jam 8 pagi. Latihan lagi jam 3 sore sampai jam 6. Praktis hanya punya waktu sebentar di siang hari untuk istirahat. Atau di malam hari, itu pun sebentar, untuk ngobrol dengan keluarga,” kata dia.
Menurutnya kedisiplinan juga menjadi penting untuk menunjang impiannya. Ia mengaku sempat berlatih sekenanya dan tanpa target, hasilnya pun tidak maksimal.
“Dulu pernah latihan asal latihan. Hasilnya terserah. Dan memang benar, hasilnya juga memang jadi terserah, enggak maksimal,” katanya.
Selama itu, mengelola mental juga menjadi prioritasnya agar target bisa tetap tercapai. Selama mengikuti proses karantina sampai perlombaan pasang surut mental harus ia hadapi dan ia kelola agar tidak berlama-lama.
“Aku telpon keluarga di rumah, atau tetap mengambil waktu untuk sejenak ke luar rumah, bermain, ya, pas memang sedang libur,” akunya.
Advertisement
Target ingin raih emas
Saat disinggung soal target selanjutnya, dengan tegas Oza menjawab ingin meraih emas di kejuaraan yang akan datang. Ia pun ingin menggapai target capaian itu di ajang kejuaraan dunia di China, September mendatang, Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, dan juga SEA Games tahun mendatang.
“Untuk saat ini, aku mau ngejar gold (emas) dulu. Setelah SEA Games berikutnya, mau daftar menjadi tentara,” katanya
Oza kemudian mengajak seluruh anak muda di Bandung dan Indonesia agar bisa menjaga semangat dalam menekuni bidang yang disukai. Ia tak menampik kesenangan di suatu bidang bisa membawa ke tahap juara, asal ditunjang dengan kegigihan dan keinginan yang kuat akan capaian target.
“Jadi kalau memang mau menekuni sesuatu, senang saja enggak cukup. Perlu ada effort lebih dan memang harus mempersiapkan mental,” kata dia lagi.