Sebanyak 120 calon haji asal Kabupaten Tangerang, Banten dikabarkan menunda keberangkatan. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama setempat, Ade Baijuri, Kamis (15/5).
Menurut Ade, kuota haji di wilayahnya memiliki total 1.984 orang. Namun sebanyak 120 di antaranya memilih menunda keberangkatan dengan berbagai alasan sehingga jumlahnya berkurang.
"Untuk Kabupaten Tangerang, kuota haji itu sebanyak 1.984 orang. Tapi 120 dari mereka menunda keberangkatan. Jadi saat ini yang berhak berangkat hanya 1.864 orang," kata dia, merujuk ANTARA.
Advertisement
Dari data yang masuk ke pihaknya, sebanyak 120 itu mengaku terhambat biaya pelunasan perjalanan haji atau BPIH, sehingga tidak memungkinkan untuk lanjut.
Kemudian, terdapat juga laporan calon jemaah dengan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk berangkat. Bahkan sampai ada yang meninggal dunia.
"Itu salah satunya, dari 120 orang yang menunda karena tidak bisa melunasi ada yang sakit, meninggal dunia, undur diri, dan lain sebagainya," katanya lagi.
Advertisement
Adapun dari total 1.984 kuota, kini hanya 1.864 orang yang dipastikan berangkat untuk melaksanakan ibadah haji ke tanah suci. Mereka nantinya akan diantar melalui Embarkasi Pondok Gede di Jakarta.
Nantinya, 1.864 calon haji itu akan diberangkatkan melalui 7 kloter. Pertama kloter 11 dengan 384 peserta. Kemudian kloter 23 dengan 393 orang yang berangkat. Kemudian kloter 30 dengan 393 orang dan siap berangkat, Jumat (02/06). Berikutnya kloter 42, di Selasa (06/06), dengan jumlah jemaah sebanyak 385 orang.
Kemudian kloter 48 yang siap diterbangkan pada Sabtu, (10/06), dengan jumlah calhaj sebanyak 324 orang.
"Dan terakhir itu ada dua kloter yaitu 55, 58 dengan keberangkatan tanggal 13 dan 14 Juni 2023 dengan total peserta ada 130 jamaah," terangnya