Kondisi memprihatinkan dialami oleh sebagian warga korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Mereka terpaksa menggunakan air selokan di dekat tenda pengungsian untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini dialami oleh warga Kampung Nagrak, Desa Nagrak.
Menurut warga setempat, air dari saluran kecil itu digunakan untuk mencuci perabotan, piring muka dan keperluan lainnya.
Bahkan, kondisi ini sudah mereka alami sejak bencana gempa bumi berlangsung, seperti yang diungkapkan oleh salah satu korban gempa yang juga warga Nagrak, bernama Yusuf (38). Berikut selengkapnya.
Advertisement
Selokan Dibendung Warga
Diungkapkan Yusuf, para warga di sana memang memanfaatkan air selokan untuk keperluan sehari-hari.
Mereka awalnya membendung air selokan hingga terkumpul, dan bisa langsung dimanfaatkan. Menurut Yusuf, warga di sana banyak yang menggunakan air selokan ini.
"Iya, kebutuhan air warga di selokan saja, dimanfaatkan aja gitu," beber Yusuf, kepada wartawan, Sabtu (26/11) merujuk ANTARA
Advertisement
Air Diselokan Bisa Dipakai Wudhu
Dipaparkan Yusuf, walau air yang dibendung berasal dari selokan, namun kondisinya dirasa masih layak. Hal ini yang membuat warga di sana juga memanfaatkannya untuk berwudhu sebelum salat.
Menurut dia, air di sana hanya digunakan untuk aktivitas ringan dan bukan untuk keperluan mandi.
Untuk mandi dan kakus sendiri, warga pengungsi akan melakukannya di wc umum, lingkungan SMP Negeri Lima Cianjur.
“ Ini memang digunakan, tapi kalau untuk mandi kita biasanya di SMP Negeri 5 Cianjur," kata Yusuf menambahi.
Advertisement
Berasal dari Pipa PDAM yang Bocor
Yusuf menambahkan, jika air di selokan itu memang bersih, karena diduga berasal dari pipa PDAM yang bocor di sejumlah tempat akibat bencana gempa bumi.
"Sepertinya ini air juga bersih karena ada pipa PDAM yang bocor karena rusak, kan di atas ini sumber air PDAM di daerah Cirumput,” kata Yusuf.
Ia mengatakan, di dalam tenda yang ditempatinya terdapat 20 kepala keluarga yang ikut mengungsi. Mereka rata-rata rumahnya sudah tidak bisa digunakan kembali.
Tendanya pun hanya dibuat dari terpal seadanya, sehingga bisa melindungi diri dari panas dan terik.
Advertisement
Pasokan Air Terhambat
Kondisi air yang tidak lancar ini juga dibenarkan oleh Bupati Cianjur, Herman Suherman. Menurut Herman, aliran air PDAM terhambat karena sejumlah pipa didapati dalam kondisi rusak akibat gempa. Untuk menangani ini, pihaknya lantas mengirimkan air bersih menggunakan truk tangki.
"Dan kemarin pada saat evakuasi, banyak kendaraan-kendaraan, sehingga perbaikan pipa itu sangat sulit dilakukan karena membutuhkan alat-alat, dan membutuhkan pipa yang besar,"
Sebelumnya, seratus ribu liter air bersih juga sempat disalurkan oleh armada truk tangka oleh tim Palang Merah Indonesia (PMI). Bantuan ini diberikan agar warga pengungsi tidak menggunakan air sungai.
"Kita salurkan sesuai permintaan pada malam atau pagi hari, sehingga pasokan air ke masing-masing posko pengungsian dapat terpenuhi. Kita mendapat pasokan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan posko pengungsian dari PDAM Cianjur," kata Koordinator Lapangan Tanggap Darurat Bencana (TDB) PMI Cianjur, Fajar Aciana