Kondisi sekolah di SD Negeri Sinagar, Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terpantau memprihatinkan. Bagaimana tidak, dari enam ruang kelas yang ada, dua di antaranya telah ambruk dan empat lain harus ditopang menggunakan kayu di sisi atapnya agar tetap berdiri.
Untuk membantu kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, sejumlah warga termasuk wali murid bergotong royong untuk membangun ruang kelas darurat dengan menggunakan bambu serta beberapa bilah kayu.
“Kalau keadaan sekolahnya ambruk seperti in ikan, orang tua khawatir gitu untuk keselamatan anak saat belajar” kata salah satu orang tua murid, Wawan, mengutip YouTube Liputan6 SCTV, Selasa (11/10).
Advertisement
Siswa Bergantian Menggunakan Ruang Kelas yang Ada
Sebagaimana dituturkan Wawan, murid-murid yang belajar di sana melakukan pembelajaran dengan sistem bergantian. Mereka akan masuk dan mengikuti pelajar, setelah siswa lain terlebih dahulu masuk kelas.
Kondisi ini kian parah ketika hujan turun hingga membuat pihak sekolah terpaksa membubarkan siswa-siswinya lebih awal karena takut ruang kelas tiba-tiba roboh.
Inisiatif ini kemudian muncul atas rasa kekhawatiran orang tua, juga demi anak-anaknya agar tetap mendapatkan ilmu di sekolah meskipun bangunan kelas belum layak.
“Ini swadaya warga dan wali murid, kan gimana pas anak-anak lagi belajar tiba-tiba ambruk, khawatir lah dengan keamanan anak” lanjut bapak 45 tahun itu.
Advertisement
Dibantu Pihak Desa
Bahan bangunan berupa bambu dan kayu sendiri didapatkan warga secara patungan, seperti dari kebun-kebun sekitar maupun dibantu oleh pihak Desa Sindangasih. Untuk gentengnya digunakan jenis tanah liat merah, sedangkan dindingnya akan dilapisi menggunakan terpal sehingga bisa tetap melindungi siswa siswi dari cuaca panas maupun hujan.
Menanggapi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya mengakui jika sebanyak 280-an sekolah dengan kondisi tidak layak sudah diajukan untuk perbaikan ke pemerintah pusat. Namun hingga saat ini yang terealisasi baru sekitar 20 an saja.
“Sudah diajukan hampir kurang lebih 280 sekolah, dan untuk saat ini sudah mencapai 20 an lebih sekolah yang telah mendapat bantuan perbaikan” kata Plt Kabid SD Disdik Kabupaten Tasikmalaya, Sera.
Advertisement
Berharap agar Sekolah Bisa Segera Diperbaiki
Harapannya, pemerintah bisa segera memperbaiki dan memprioritaskan sekolah dengan kondisi darurat seperti yang terjadi di di SD Negeri Sinagar, Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya.
Mereka ingin segera bisa melaksanakan belajar yang aman dan nyaman, tanpa harus dihantui oleh kemungkinan bangunan sekolah yang ambruk
Biaya pembangunan kelas darurat sendiri didapatkan dari hasil patungan, sehingga pihak sekolah tidak terbebani.