Jerit Penjual Tahu di Garut Akibat Harga Kedelai Naik, Terpaksa Perkecil Ukuran

Salah satu penjual tahu Sumedang, Muhyadi, menyebut jika naiknya harga kedelai membuat pihaknya terpaksa mengubah ukuran tahu demi menghindari kerugian.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Jerit Penjual Tahu di Garut Akibat Harga Kedelai Naik, Terpaksa Perkecil Ukuran
Kedelai pengaruhi usaha tahu di Bandung dan Garut. ©2022 Kanal YouTube Liputan6 SCTV/Merdeka.com

Melonjaknya harga kedelai menjadi Rp13.000 per kilogram membuat sejumlah pengusaha tahu menjerit. Di Kabupaten Garut, misalnya. Penjual kudapan tahu Sumedang di sana, terpaksa bersiasat dengan memperkecil ukuran tahu.

Salah satu penjual tahu Sumedang, Muhyadi, menyebut jika naiknya harga kedelai membuat pihaknya terpaksa mengubah ukuran tahu demi menghindari kerugian.

“Ini potongan tahunya kami kurangi dari ukuran sebelumnya,” kata dia, mengutip kanal YouTube Liputan6 SCTV, Jumat (30/9).

Muhyadi berharap agar harga kedelai bisa kembali stabil, sehingga dirinya bisa perlu mengubah ukuran tahunya.

“Ya mudah-mudahan harga kedelai bisa kembali stabil, walaupun naik tidak terlalu signifikan supaya penjualan di tempat kami kembali lancar. Kalau dikurangi ukuran atau timbangannya, kami jadi tidak enak,” imbuhnya.

Adapun kenaikan harga ini berkisar 20 sampai 30 persen, dari harga sebelumnya di kisaran Rp12 ribu. Kenaikan ini terjadi di bahan baku kedelai jenis impor. Kenaikan sudah mulai terjadi sejak bulan Febuari awal tahun lalu.

Hampir bernasib serupa, penjual tahu putih dan kuning di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat ikut putar otak di tengah melonjaknya harga kedelai. Sejak beberapa hari terakhir, harga per bungkusnya ikut melambung dari Rp8 ribu sampai Rp10 ribu.

Kemudian untuk harga eceran per satu biji, harganya turut naik dari Rp1.500 menjadi Rp2.000. Biasanya dalam satu hari, penjual bisa menyetok hingga 500 tahu, namun semenjak harga kedelai naik, mereka hanya menjual 200 tahu.

“Pedangan keberatan, soalnya harga tahu nggak stabil,” kata penjual tahu di Pasar Kosambi, Tisna.

Sementara itu, menurut sejumlah pedagang, terdapat sejumlah faktor penyebab melonjaknya harga kedelai, seperti harga kedelai impor global naik serta naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) yang turut mempengaruhi ongkos pengiriman dari distributor.

Rekomendasi