Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Jawa Barat menemukan 369,65 kilogram jeroan daging kurban tak layak konsumsi di hari raya Iduladha 1443 Hijriah kemarin.
Menurut Kepala DKPP Kota Bandung Jabar Gin Gin Ginanjar, angka tersebut didapat dari hasil pemeriksaan hewan kurban di seluruh kecamatan se-Kota Bandung hingga Senin (11/7) siang. DKPP setempat akan segera melakukan upaya pemusnahan.
"Data ini kami ambil dari 233 lokasi pemotongan hewan kurban yang tersebar di 30 kecamatan se-Kota Bandung," kata Gin Gin, Senin, seperti dilansir dari ANTARA.
Advertisement
Ditemukan Penyakit hingga Cacing
Dari 369 kilogram yang ditemukan tak layak itu, 292 kilogram di antaranya merupakan jeroan sapi dan 77 kilogram sisanya jeroan domba. Ratusan kilogram jeroan terdiri dari beberapa bagian seperti hati, paru-paru, limfa, dan jantung.
Menurut Gin Gin, dari pemeriksaan daging 840 ekor sapi yang telah dikurbankan, sebanyak 223 ekor sapi di antaranya ditemukan beberapa penyakit pada organ dalam atau jeroan.
"Dari 223 ekor sapi, kami afkirkan (tidak dikonsumsi) seberat 292,05 kg jeroan yang terdiri dari hati, paru-paru, limfa, jantung, dan trakea," kata Gin Gin.
Menurutnya, dari 292 kg jeroan sapi yang dimusnahkan tersebut di antaranya, hati sebanyak 263,28 kg, paru-paru sebanyak 21,42 kg. Kemudian, limfa sejumlah 4,85 kg, jantung sejumlah 2 kg, dan trakea sebanyak 0,5 kg.
"Kasus yang ditemukan itu ada cacing di organ hati, lalu pneumonia di paru-paru. Kasus ini paling banyak ditemukan di rumah pemotongan hewan (RPH)," lanjutnya.
Advertisement
Pemeriksaan Dilakukan Terhadap 2.113 Ekor Hewan Kurban
Sedangkan dari pemeriksaan 1.273 ekor domba yang telah dikurbankan, ada sebanyak 199 ekor domba yang jeroannya tak layak konsumsi.
Dari 77,62 kg jeroan domba yang dimusnahkan itu, menurutnya hati sebanyak 39,78 kg. Lalu, paru-paru sejumlah 22,256 kg. Kemudian, limfa sebanyak 0,592 kg. Menurutnya ada 15 kg daging yang juga dimusnahkan.
Sejauh ini, jumlah hewan kurban yang telah diperiksa ada sebanyak 2.113 ekor yang terdiri dari sapi dan domba.