Kelumpuhan tak hanya bisa terjadi pada tangan atau kaki. Wajah Anda juga dapat mengalami kelumpuhan karena beberapa alasan.
Pada umumnya, otak menggerakkan otot dengan mengirimkan sinyal melalui saraf. Ini adalah proses otomatis yang bahkan tidak disadari oleh diri kita sendiri. Terkadang, gangguan yang terjadi dalam proses ini menyebabkan kelumpuhan. Ketika ada masalah yang mempengaruhi saraf wajah, maka hal itu dapat menyebabkan kelumpuhan wajah.
Kelumpuhan yang terjadi di wajah adalah kondisi hilangnya gerakan wajah karena kerusakan saraf. Ketika seseorang mengalami kelumpuhan wajah, otot-otot wajah mereka tampak terkulai atau menjadi lemah. Kondisi ini bisa terjadi di satu atau kedua sisi wajah.
Kelumpuhan wajah bisa terjadi secara tiba-tiba (seperti kasus Bell's palsy) atau terjadi secara bertahap selama (seperti dalam kasus tumor kepala atau leher). Tergantung pada penyebabnya, kelumpuhan wajah mungkin hanya berlangsung singkat atau bisa juga lama. Dikutip dari Medical News Today, berikut penyebab kelumpuhan wajah, bersama dengan gejala dan pilihan pengobatan yang menyertainya.
Advertisement
Penyebab kelumpuhan otak yang pertama adalah stroke. Jika Anda mencurigai orang terdekat Anda mengalami stroke, cobalah melakukan pemeriksaan FAST:
- F untuk face, atau wajah: Minta orang tersebut untuk tersenyum dan periksa apakah satu sisi wajahnya terkulai.
- A untuk arm, atau lengan: Minta orang tersebut untuk mengangkat kedua lengan dan cari mana lengan yang terkulai ke bawah.
- S untuk speech, atau bicara: Minta orang tersebut untuk mengulangi kata sederhana dan dengarkan untuk melihat apakah cara bicara mereka berubah.
- T untuk time, atau waktu: Segera hubungi dokter atau rumah sakit jika ada tanda-tanda stroke.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa stroke terjadi ketika otak tidak mendapatkan cukup darah atau ketika terjadi pendarahan di otak. Penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang mensuplai otak bisa menyebabkan stroke.
Stroke bisa terjadi secara tiba-tiba dan membutuhkan perhatian medis darurat.
Gejalanya meliputi:
• mati rasa atau lemah di satu sisi tubuh, mempengaruhi wajah, lengan, atau kaki
• kebingungan
• kesulitan berbicara atau memahami
• masalah penglihatan pada satu atau kedua mata
• kesulitan berjalan
• pusing
• kehilangan keseimbangan dan koordinasi tubuh
• sakit kepala parah
Cara mengatasi
Orang yang terkena stroke membutuhkan perawatan di rumah sakit. Tergantung pada penyebab stroke, dokter biasanya akan merekomendasikan obat atau operasi untuk menghentikan pendarahan dan menyelamatkan jaringan otak.
Bell's Palsy
Penyebab kelumpuhan otak yang kedua yaitu Bell's palsy. Bell's palsy adalah gangguan neurologis yang mempengaruhi saraf kranial ketujuh, yaitu salah satu saraf wajah, dan membuat orang tersebut tidak dapat menggerakkan satu sisi wajah mereka. Menurut National Organization for Rare Disorders (NORD), kondisi ini cenderung datang tiba-tiba dan memburuk selama beberapa jam.
Orang yang terkena mungkin tidak dapat menggerakkan otot di satu sisi wajah, dan mungkin terlihat datar tanpa ekspresi. Terkadang, seseorang mungkin tidak dapat menutup mata pada sisi yang terkena.
Sebelum kelumpuhan, orang tersebut bisa mengalami:
• suhu tinggi
• sakit di belakang telinga
• kaku di leher
• kelemahan atau kekakuan pada satu sisi wajah
Dokter tidak tahu apa yang menyebabkan Bell's palsy. Namun, virus dan gangguan pada sistem kekebalan tubuh dianggap menjadi penyebabnya.
Cara mengatasi
Menurut NORD, dalam 80% kasus, Bell's palsy akan hilang dalam waktu 3 bulan. Kebanyakan orang menjadi membaik tanpa pengobatan. Namun, profesional kesehatan mungkin menyarankan stimulasi listrik ringan dan pijat otot-otot yang lumpuh. Perawatan ini dapat meningkatkan tonus otot dan membantu mencegah hilangnya fungsi otot.
Kortikosteroid oral bisa bekerja efektif dalam mengurangi gejala Bell's palsy. Beberapa orang mungkin menggunakan obat antivirus bersama kortikosteroid.
Advertisement
Penyebab kelumpuhan otak yang ketiga yakni lyme. Kutu kaki hitam dapat membawa bakteri. Ketika serangga menggigit manusia, bakteri ini masuk ke orang tersebut, dan dapat menyebabkan penyakit Lyme. CDC menyatakan bahwa gejala penyakit Lyme dapat bervariasi tergantung pada stadium infeksi.
Mereka mencatat bahwa tanda dan gejala awal, yang biasanya muncul 3-30 hari setelah gigitan, dapat mencakup:
• demam
• panas dingin
• sakit kepala
• kelelahan
• nyeri sendi dan otot
• pembengkakan kelenjar getah bening
• ruam eritema migrans
Tanda dan gejala selanjutnya, yang dapat terjadi beberapa hari atau bulan setelah gigitan, meliputi:
• sakit kepala parah
• leher kaku
• kelumpuhan wajah
• radang sendi
• nyeri intermiten pada otot, tendon, sendi, dan tulang
• palpitasi jantung
• pusing
• sesak napas
• nyeri saraf
Cara mengatasi
Dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk mengobati kondisi tersebut. Jika diagnosis terjadi saat berada di tahap awal, seseorang mungkin hanya memerlukan antibiotik oral jangka pendek. Namun, kasus yang lebih parah mungkin memerlukan pengobatan yang lebih lama yang berlangsung 3-4 minggu.
Neurosarcoidosis
Penyebab kelumpuhan otak keempat karena neurosarcoidosis. Neurosarcoidosis adalah jenis sarkoidosis, yang merupakan kondisi peradangan kronis ketika sistem kekebalan memiliki respons yang berlebihan. Jiks sarkoidosis sering mempengaruhi paru-paru, neurosarcoidosis menyebabkan peradangan di otak, sumsum tulang belakang, atau saraf.
Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, gejalanya mungkin akan muncul tiba-tiba atau datang perlahan.
Gejalanya meliputi:
• kelemahan pada otot-otot di satu sisi wajah
• sakit kepala
• kejang
• hilang ingatan
• halusinasi
• iritabilitas dan agitasi
• perubahan suasana hati dan perilaku
Cara mengatasi
Dokter cenderung mengobati neurosarcoidosis dengan steroid. Jika tidak berhasil, mereka mungkin mencoba obat-obatan yang mengubah atau mengurangi sistem kekebalan. Sekitar dua pertiga orang dengan neurosarcoidosis akan pulih sepenuhnya dengan pengobatan.
Advertisement
Penyebab kelumpuhan otak yang terakhir karena tumor otak. Tumor otak dapat menyebabkan kelumpuhan wajah. Gejalanya mungkin termasuk:
• sakit kepala
• kejang
• kesulitan mengartikulasi
• kesulitan berbicara
• kehilangan keseimbangan
• perubahan kepribadian
• kelemahan atau kelumpuhan di satu sisi tubuh
• perubahan penglihatan
• wajah mati rasa
• kebingungan
Cara mengatasi
Perawatan akan tergantung pada jenis tumor otak. Dokter dapat merekomendasikan campuran operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi untuk mengangkat sel kanker atau menghentikan pertumbuhan tumor.