Hendra adalah salah satu penyakit zoonosis dan emerging berbahaya yang termasuk genus morbilivirus, famili Paramyxoviridae. Virus ini memiliki kemiripan secara genetik dengan virus Nipah, akan tetapi tidak identik.
Pada umumnya Virus Hendra menginfeksi kuda dan manusia, seperti yang telah terjadi di Australia sementara infeksi Virus Nipah dapat menginfeksi babi dan manusia. Virus Hendra sendiri pertama kali ditemukan di Australia pada tahun 1994. Pada kasus wabah tersebut, awalnya diidentifikasi sebagai equine morbillivirus, namun pada saat ini dinamakan Hendra Virus, yang diambil dari nama tempat kejadian wabah tersebut ditemukan pertama kali.
Saat ini, Virus Hendra telah menyebar dan kembali muncul di Australia pada tahun 2008.
Meskipun virus Hendra diketahui hanya dapat menyebabkan kematian pada kuda, namun babi juga dilaporkan terinfeksi Virus Hendra dengan gejala kilinis seperti demam dan depresi. Sementara di Indonesia sendiri infeksi Virus Hendra belum banyak dilaporkan.
Lebih jauh berikut ini informasi mengenai Virus Hendra, lengkap dengan gejala dan cara penularannya telah dirangkum merdeka.com melalui media.neliti.com.
Advertisement
Setelah virus Corona mulai mereda, kini masyarakat global mulai digegerkan dengan keberadaan virus Hendra yang merupakan virus RNA, single strain dan termasuk dalam famili Paramyxoviridae, Subfamili Paramyxovirinae. Virus ini dikategorikan dalam genus Henipavirus yang merupakan salah satu anggota dari subfamili Paramyxovirinae.
Virus Hendra mempunyai kemampuan untuk bertahan lebih dari empat hari di urin rubah terbang pada suhu 22 °C (72 °F). Selain itu, virus ini juga dapat bertahan hidup untuk beberapa jam sampai beberapa hari yang umumnya kurang dari empat hari di jus buah.
Sementara di lingkungan, virus ini tidak bertahan dengan baik pada suhu tinggi, dan tidak aktif dalam waktu kurang dari satu hari baik pada urin ataupun jus buah pada suhu 37 °C (98.6 °F).
Advertisement
Pada kuda Virus Hendra menimbulkan gejala klinis berupa demam, pembengkakan pada bagian muka, bibir dan leher, depresi, ataxia, syaraf muka paralisis, disorientasi, hypersensitive saat didekati, infeksi saluran pernafasan, ingusan yang dapat disertai dengan darah, encephalitis akut, yang berakhir dengan kematian.
Sementara pada manusia selain infeksi saluran pernafasan bagian atas (ISPA), gangguan neurologis/encephalitis juga terjadi diakibatkan oleh infeksi Virus Hendra.
Cara Penularannya
Berikutnya, dalam hal penularan Virus Hendara dapat terjadi melalui kalong dari genus Pteropus yang ditemukan di Australia. Hendra virus menyebabkan penyakit pada kuda di Australia, dan infeksi pada manusia terjadi karena paparan dari sekresi dari kuda yang terinfeksi virus hendra.
Cara Pencegahannya
Selain mengetahui cara penularaannya, kamu juga perlu tahu mengenai cara pengcegahannya. Pencegahan masuknya wabah virus Hendra ke Indonesia telah dilakukan dengan pelarangan importasi kuda dan produk turunannya dari daerah endemis yaitu Australia. Selain itu, budaya mengkonsumsi kelelawarpun harus dihilangkan karena dari hasil penelitian ditemukan kelelawar yang positif secara serologis terhadap infeksi virus Hendra.