Tahajud Artinya Salat di Sepertiga Malam, Berikut Dalil Anjurannya

Secara istilah, tahajud artinya adalah bangun di malam hari untuk menegakkan salat. Salat sunnah ini dianjurkan untuk dilakukan di sepertiga malam terakhir, karena dalam Islam, Allah SWT turun ke langit terendah di bagian malam ini untuk melihat siapa yang beribadah dan meninggalkan tidurnya di tengah malam.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Tahajud Artinya Salat di Sepertiga Malam, Berikut Dalil Anjurannya
Ilustrasi Sholat. ©2021 Merdeka.com/pexels-michael-burrows

Tahajud juga dikenal sebagai Qiyamu Lail. Salat tahajud termasuk dalam kategori salat sunnah, yang menyiratkan bahwa ibadah ini opsional dan melewatkannya tidak dihitung sebagai dosa. Salat tahajud biasanya dikerjakan setelah salat Isya dan sebelum waktu subuh.

Secara bahasa tahajud artinya bangun di malam hari, dan secara istilah, tahajud artinya adalah bangun di malam hari untuk menegakkan salat. Salat sunnah ini dianjurkan untuk dilakukan di sepertiga malam terakhir, karena dalam Islam, Allah SWT turun ke langit terendah di bagian malam ini untuk melihat siapa yang beribadah dan meninggalkan tidurnya di tengah malam.

Baca juga: Ajakan Tahajud, Tata Cara, Bacaan Dan Keutamaannya

Anjuran untuk melaksanakan salat tahajud terdapat dalam hadis dan juga ayat-ayat Al Quran. Salah satunya adalah ayat berikut, yang menjelaskan tentang tahajud, artinya,

Dan pada sebahagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabbmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79).

Meski hukumnya sunnah, namun pelaksanaan salat tahajud sangat dianjurkan bagi siapa saja yang beragam Islam. Terdapat keutamaan besar yang dapat kita ambil dari ibadah ini.

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat: 15-18).

Dalam artikel ini, kami akan membahas lebih lanjut tentang salat tahajud beserta tata cara pelaksanaannya.

Anjuran Salat Tahajud

Salat tahajud termasuk ke dalam ibadah malam atau salat malam. Meski bukan ibadah wajib, namun, ada makna besar dan beberapa berkah yang terkait dengan tahajud. Salat tahajud dianggap sebagai bagian dari Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berikut adalah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu tentang salat tahajud artinya,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).

Orang yang melaksanakan salat tahajud secara teratur akan mendapatkan berkah dari Allah. Dikatakan juga bahwa salat ini membawa seorang Muslim lebih dekat kepada Yang Mahakuasa dan hidupnya dipenuhi dengan kedamaian.

Berikut ayat yang menekankan pentingnya salat tahajud, artinya,

dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.” (QS. Al-Furqan: 64).

Kemudian ada hadis dari Abu Hurairah, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang luar biasanya tahajud, artinya,

Rabb kami -Tabaroka wa Ta’ala- akan turun setiap malamnya ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Allah berfirman, “Siapa yang memanjatkan do’a pada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun pada-Ku, Aku akan memberikan ampunan untuknya”.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rakaat Salat Tahajud

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tahajud artinya bangun di malam hari untuk menegakkan salat. Salat ini dikerjakan di malam hari, tepatnya pada sepertiga malam terakhir dan sebelum dimulainya salat subuh.

Dilansir dari rumaysho.com, jumlah rakaatnya dianjurkan untuk tidak melebihi 11 atau 13 rakaat, karena inilah yang tertuang dalam hadis dari ‘Aisyah, yang artinya,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 raka’at. Beliau melakukan shalat empat raka’at, maka jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan shalat empat raka’at lagi dan jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan shalat tiga raka’at.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis dari Zaid bin Kholid Al Juhani juga menjelaskan,

Aku pernah memperhatikan shalat malam yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun melaksanakan 2 raka’at ringan. Kemudian setelah itu beliau laksanakan 2 raka’at yang panjang-panjang. Kemudian beliau lakukan shalat 2 raka’at yang lebih ringan dari sebelumnya. Kemudian beliau lakukan shalat 2 raka’at lagi yang lebih ringan dari sebelumnya. Beliau pun lakukan shalat 2 raka’at yang lebih ringan dari sebelumnya. Kemudian beliau lakukan shalat 2 raka’at lagi yang lebih ringan dari sebelumnya. Lalu terakhir beliau berwitir sehingga jadilah beliau laksanakan shalat malam ketika itu 13 raka’at.” (HR. Muslim).

Tata Cara Salat Tahajud

Tata cara salat tahajud sama seperti salat sunnah lainnya. Yang membedakan hanyalah niat yang dibaca. Berikut adalah tata cara salat tahajud:

  1. Membaca Niat
    “Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alla.”
    Artinya:
    “Aku niat soalat sunat tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca Surat Al-Fatihah
  4. Membaca surat-surat Alquran
  5. Ruku' dan Membaca do'a ruku'
  6. I'tidal dan membaca do'a I'tidal
  7. Sujud dan membaca do'a sujud
  8. Duduk di antara dua sujud dan membaca doa di antara dua sujud
  9. Sujud dan membaca doa sujud
  10. Berdiri dan mengulang gerakan seperti rakaat pertama
  11. Tahiyat akhir dan membaca doa tahiyat akhir
  12. Salam
  13. Tuma'ninah
  14. Berzikir dan berdoa Sholat Tahajud

Selesai salat tahajud, bisa membaca doa berikut,

Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa‘dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ‘atu haq.

Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

Artinya:

"Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.

Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah."

Kemudian, doa salat tahajud bisa ditutup dengan membaca doa berikut,

Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirat hasanah, waqina adzabannar

Artinya:

"Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).

Rekomendasi