Menatap halaman di buku atau Word di komputer yang kosong, dan selanjutnya tetap tidak terjadi apa-apa. Sebagian besar penulis pernah mengalami situasi tersebut pada satu titik dalam karier mereka.
Penulis drama Paul Rudnick menggambarkan situasi penulis seperti: “90 persen menulis adalah penundaan: membaca majalah, makan sereal, menonton. Ini semua adalah aktivitas yang bisa Anda lakukan untuk menghindari menulis, sampai sekitar pukul empat pagi dan Anda mencapai titik di mana Anda harus menulis.”
Writer block, atau creative block, mungkin usianya sudah setua seni menulis itu sendiri. Dan itu tidak hanya terjadi pada penulis. Orang yang pekerjaannya menuntut kreativitas, seperti seniman, musisi, penyair, juga dapat menderita karenanya. Terkadang inspirasi memang tidak semudah itu datang.
Tapi apa sebenarnya writer block? Apa penyebab writer block muncul? Dan apa yang dapat Anda lakukan ketika mengalaminya?
Dalam artikel berikut ini, kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang writer block, penyebab writer block, dan bagaimana cara mengatasinya seperti yang dikutip dari beberapa sumber.
Advertisement
Apa Itu Writer Block
Kamus Webster mendefinisikan writer block sebagai "penghambatan psikologis yang mencegah seorang penulis melanjutkan sebuah karya."
Dilansir dari dudleycourtpress.com, writer block terjadi ketika seorang penulis tidak dapat menulis sama sekali, ketika mereka bekerja dengan kecepatan yang lebih lambat dari biasanya, atau ketika mereka merasa sulit dan lelah untuk menulis.
Detail yang tepat dari writer block dapat berbeda untuk setiap penulis, tetapi gejalanya mungkin bisa berupa ketidakmampuan untuk fokus, perasaan berkabut secara mental, kurangnya inspirasi, dan perasaan stres dan frustrasi.
Kabar baiknya adalah writer block tidak seburuk yang Anda kira. Ini adalah kondisi sementara. Sebagian besar penulis akan mengalami hambatan ini, tetapi dengan keinginan untuk bertahan sebagai penulis, mereka akan dapat menaklukkannya dan kembali ke karya kreatif mereka pada waktunya.
Advertisement
Penyebab Writer Block
Beberapa penyebab writer block yang paling umum adalah sebagai berikut:
Ketakutan
Penyebab writer block bisa karena adanya rasa takut. Kebanyakan penulis berjuang untuk mengatasi rasa takut. Takut menempatkan diri dan ide-ide mereka di luar sana. Takut orang lain menilai mereka atau mengkritik pekerjaan mereka. Takut ditolak oleh penerbit atau pembacanya.
Meski rasa takut adalah hal yang normal, itu bisa menjadi masalah ketika ketakutan tersebut membuat Anda tidak bisa melanjutkan karya atau menciptakan sesuatu yang baru. Ketakutan mungkin adalah alasan terbesar mengapa beberapa penulis tidak berhasil.
Perfeksionis
Penyebab writer block berikutnya adalah karena sifat yang perfeksionis. Salah satu hambatan paling umum bagi penulis dan orang kreatif adalah perfeksionisme. Sebenarnya normal ketika kita ingin melakukan yang terbaik, untuk mendapatkan semuanya dengan benar bahkan sebelum kita memulai kalimat pertama kita.
Kebanyakan orang menggunakan perfeksionisme sebagai mekanisme perlindungan, untuk melindungi diri mereka dari kritik keras atau kegagalan. Sayangnya, mencoba menulis kalimat, paragraf, atau novel yang sempurna akan membuat sebagian besar penulis tidak pernah melanjutkan karya mereka.
Kritik Diri
Kita adalah kritikus terburuk bagi diri sendiri. Kritik diri yang berlebihan sering kali menjadi penyebab writer block yang menghalangi penulis untuk menulis. Kebanyakan penulis membandingkan karya mereka dengan karya penulis lain yang lebih sukses atau bahkan dengan karya mereka sendiri sebelumnya. Ini akan berputar terus sampai kita tidak dapat melihat pekerjaan kita sendiri secara realistis dan membuat kita berpikir tidak ada yang cukup baik.
Tekanan Eksternal
Penyebab writer block juga dapat berasal dari pihak luar. Dalam kasus lain, orang yang mengalami writer block sebenarnya tidak ingin menulis, tetapi mereka dipaksa untuk menulis oleh orang lain, seringkali oleh orang tua atau guru.
Burn Out
Manusia tidak dibuat untuk beroperasi dengan kapasitas penuh sepanjang waktu. Baik Anda sedang berlatih untuk maraton, memimpin proyek, atau menulis buku, Anda dapat kehabisan tenaga. Tapi jangan menyalahkan diri sendiri karenanya. Tubuh dan pikiran Anda secara alami perlu mengganti periode aktivitas dengan periode istirahat dan pemulihan. Jika Anda memahami hal tersebut, Anda dapat merawat diri sendiri dan mengatasi writer block tersebut dalam waktu singkat.
Advertisement
Cara Mengatasi Writer Block
Olahraga
Salah satu cara terbaik untuk mengatasi writer block adalah dengan melakukan latihan fisik. Berolahraga telah terbukti dapat mengurangi stres, memfokuskan pikiran, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan daya ingat.
Secara khusus, latihan aerobik seperti lari, akan mendorong pertumbuhan sel-sel otak baru di hipokampus, bagian otak yang memungkinkan kita membayangkan situasi baru. Jadi ketika Anda terjebak di tengah menulis, cobalah untuk keluar dan jogging.
Beralih tugas
Alih-alih memikirkan plot twist yang sama atau mencoba menemukan kalimat pertama yang sempurna, alihkan tugas dan kerjakan sesuatu yang sama sekali berbeda untuk sementara waktu. Bisa seperti aktivitas kreatif lainnya, seperti melukis, atau sesuatu yang sederhana, seperti mengajak anjing jalan-jalan atau memasak. Beralih tugas dapat menjadi reset cepat jika Anda merasa buntu.
Ubah pemandangan
Terkadang yang dibutuhkan untuk menjernihkan pikiran dan mendapatkan ide baru adalah dengan mengubah pemandangan. Cobalah bekerja dari lingkungan yang berbeda seperti di kedai kopi atau ruang kerja bersama saat Anda merasa buntu dan butuh inspirasi.
Cobalah menulis bebas
Solusi ini tampaknya sederhana, namun lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Menulis bebas, atau menulis tanpa aturan, adalah latihan menulis yang populer. Mulailah menuliskan pemikiran apa pun yang muncul di kepala Anda tanpa mengeditnya. Idenya adalah untuk membiarkan imajinasi Anda berkeliaran bebas. Atur timer selama 5 menit dan tulis tanpa henti. Jangan angkat pena Anda dari kertas atau jari Anda dari keyboard.
Setelah itu, baca apa yang Anda tulis dan lihat apakah ada sesuatu yang muncul yang bisa menjadi inspirasi Anda. Menulis bebas ini membutuhkan latihan, jadi cobalah dan bersabarlah beberapa kali dalam percobaan pertama Anda.
Ubah ritme menulis
Baik Anda adalah seorang sebagai morning person atau night owl, mengubah ritme kerja Anda dapat membantu mengatasi writer block.
Dalam artikel tahun 2013, Psychology Today mereferensikan sebuah studi oleh University of Michigan yang menunjukkan bahwa banyak orang memiliki ritme sirkadian yang berlawanan (artinya siklus kreativitas harian kita melalui aktivitas fisiologis dan kognitif), dan sebenarnya lebih produktif pada saat kita yakin kita kurang produktif.
Studi tersebut menemukan bahwa morning person, yang “merasa lebih produktif di siang hari”, sebenarnya lebih mahir dalam memecahkan masalah secara kreatif di malam hari. Hal sebaliknya berlaku bagi mereka yang mengaku lebih fokus di malam hari.
Coba sesuaikan waktu tidur Anda dengan jam kerja Anda yang paling kreatif atau tuliskan ide-ide kreatif Anda sebelum tidur dan kemudian menindaklanjutinya keesokan hari.