14 Siswa dan Guru di Bandung Positif Covid-19 selama PTM, Ini 5 Faktanya

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat, warga sekolah yang terpapar sejauh ini berjumlah 14 orang terdiri dari siswa serta guru di beberapa sekolah.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
14 Siswa dan Guru di Bandung Positif Covid-19 selama PTM, Ini 5 Faktanya
Simulasi sekolah tatap muka di SD Kota Bandung. ©2021 Merdeka.com/aksara bebey

Kasus sebaran Covid-19 kembali ditemukan di Kota Bandung Jawa Barat. Kasus baru ini ditemukan selama pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat, warga sekolah yang terpapar sejauh ini berjumlah 14 orang terdiri dari siswa serta guru di beberapa sekolah.

Melansir Antara Rabu (20/10), Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung Rosye Arsdiani mengatakan, kasus sebaran baru tersebut diketahui setelah dilakukan tes acak di beberapa sekolah. Berikut faktanya:

Berdasarkan 1.512 Sample

Menurut Rosye, 14 kasus terkonfirmasi positif didapatkan dari 1.512 sample yang diambil dari sejumlah sekolah di Kota Bandung, Jawa Barat.

Saat disinggung soal lokasi, Rosye tak berkenan menyebutkan sekolah mana saja yang ditemukan kasus positif Covid-19, sebab ia masih perlu meneliti hasil tes yang baru saja keluar itu.

"Kami sudah mengambil spesimen 1.512 siswa dan guru, dan yang sudah keluar hasilnya 348 orang. Dari jumlah tersebut, yang positif 14 orang, sisanya negatif," kata Rosye.

Orang Tanpa Gejala (OTG)

Dari hasil penelusuran diketahui jika 14 terkonfirmasi tersebut merupakan orang tanpa gejala (OTG) dan tersebar di sejumlah sekolah, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah menengah Atas (SMA).

Saat ini, pihaknya langsung memberikan tindakan isolasi dan tetap melakukan pelacakan lainnya guna memastikan kelompok belajarnya tidak terpapar virus.

"Ini justru menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa kasus Covid-19 ini tetap ada, ini menjadi bukti pentingnya kita lakukan pengetesan acak," katanya.

Bukan Warga Bandung

Sementara itu, 14 terkonfirmasi positif itu tidak semuanya berdomisili di Kota Bandung secara administratif. Sehingga, pihaknya perlu berkoordinasi dengan Puskesmas di masing-masing wilayah tempat tinggal mereka.

Menurutnya, temuan kasus baru ini tidak serta merta membuat PTM di sekolah dihentikan. Karena persentase orang yang positif di berbagai sekolah tersebut masih di bawah 5 persen.

"Kalau 5 persen atau lebih, sekolah itu direkomendasikan untuk menghentikan PTM, kalau sekarang saya melihat masih antara 1 hingga 5 persen, jadi yang dilakukannya adalah pelacakan ke kelompok belajarnya saja," kata Rosye.

Siap Tes Warga yang Batuk Pilek

Rosye juga mengimbau agar ada tindakan antisipasi untuk mencegah gelombang ketiga Corona. Menurut Rosye, kini para petugas di Puskesmas melakukan pengetesan ke masyarakat yang mengalami batuk dan pilek.

"Karena pandemi ini harus disiapkan dengan 5M, dan tetap 3T (testing, tracing, treatment), karena kasus COVID-19 diketahui harus dengan pengetesan, ini yang tidak boleh diabaikan dan yang batuk dan pilek itu harus dipastikan, apakah Covid-19 atau bukan," kata Rosye.

Varian Baru Belum Masuk ke Bandung

Rosye menambahkan, pengetatan jalur masuk virus kian ditekankan terutama bagi mereka yang baru datang dari luar negeri. Para pendatang tersebut menurutnya harus dilakukan pengetesan, dan menjalani karantina.

Dalam proses itu, pihaknya menerapkan penyelidikan epidemiologi dengan sistem Whole Genom Sequencing (WGS) untuk meneliti kemungkinan varian baru Covid-19. Nantinya pendalaman melalui WGS bukan hanya berlaku bagi kedatangan dari luar negeri, tetapi juga sebaran Covid-19 di area lokal.

"Contohnya, ketika ada sembilan orang (positif), dan sembilan orang itu di tempat sama, kita juga lakukan WGS, kita kirim ke laboratorium sampelnya," katanya.

Namun, sejauh ini sampel-sampel yang diuji masih belum ada indikasi varian baru. Kendati demikian, model penyelidikan GWS masih terus dijalankan untuk memperkuat antisipasi masuknya gelombang ketiga.

"Variannya masih Delta, gennya masih yang itu, belum ditemukan varian lainnya," kata Rosye.

Rekomendasi