Mengenal Penyakit Hipertensi, Berikut Penyebab dan Cara Mencegahnya

Mengingat penyakit hipertensi merupakan penyakit yang serius dan berbahaya, maka dari itu penting untuk melakukan pencegahan sedini mungkin.

Novi Fuji Astuti
Oleh Novi Fuji Astuti - Reporter
Mengenal Penyakit Hipertensi, Berikut Penyebab dan Cara Mencegahnya
Ilustrasi Hipertensi. ©CC0 Public Domain

Penyakit hipertensi merupakan kondisi di mana tekanan darah berada pada angka 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini dapat membahayakan sebab jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh. Hal demikian dapat mengakibatkan timbulnya penyakit lain seperti gagal ginjal, stroke, hingga gagal jantung.

Hipertensi terbagi menjadi dua, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Sedangkan hipertensi sekunder umumnya disebabkan oleh berbagai kondisi seperti penyakit ginjal, kehamilan, penyakit kelenjar tiroid, tumor kelenjar adrenal, kelainan bawaan pada pembuluh darah, kacanduan alkohol, penyalahgunaan NAPZA, gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur, konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat penurun panas, pereda rasa sakit, obat batuk pilek atau pil KB.

Mengingat penyakit hipertensi merupakan penyakit yang serius dan berbahaya, maka dari itu penting untuk melakukan pencegahan sedini mungkin. Hal paling sederhana yang bisa kita lakukan ada dengan menjaga pola makanan dan memerhatikan gejala apa saja yang bisa muncul pada orang yang mengalami hipertensi agar kita bisa menentukan langkah yang tepat dalam proses penyembuhannya.

Berikut lebih jauh mengenal penyakit hipertensi, lengkap dari penyebab hingga cara mencegahnya telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com.

1. Usia

Faktor penyebab penyakit hipertensi yang pertama adalah usia. Sebab seiring bertambahnya usia, risiko seseorang terserang penyakit hipertensi semakin besar. Pada umumnya, penyakit hipertensi pada pria akan muncul pada usia 45 tahun, sedangkan pada wanita terjadi di atas usia 65 tahun.

2. Keturunan

Faktor penyebab penyakit hipertensi yang kedua adalah keturunan. Hipertensi memang rentan terjadi pada orang dari keluarga yang memiliki riwayat darah tinggi.

3. Obesitas

Faktor penyebab penyakit hipertensi ketiga adalah obesitas. Meningkatnya berat badan mengakibatkan nutrisi dan oksigen yang dialirkan ke dalam sel melalui pembuluh darah juga meningkat. Hal ini pun mengakibatkan tekanan di dalam pembuluh darah dan jantung.

4. Kelebihan atau Kekurangan Kalium

Faktor penyebab penyakit hipertensi yang keempat adalah terlalu banyak mengonsumsi garam atau malah terlalu sedikit mengonsumsi makanan yang mengandung kalium. Hal ini rupanya juga dapat mengakibatkan tingginya natrium dalam darah, sehingga cairan tertahan dan meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah.

5. Kurang Aktivitas Fisik dan Olahraga

Faktor penyebab hipertensi yang kelima adalah kurang aktivitas tubuh. Hal ini akan mengakibatkan meningkatnya denyut jantung, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Kurang beraktivitas dan olahraga juga dapat mengakibatkan peningkatan berat badan, yang merupakan faktor risiko hipertensi.

6. Merokok

Faktor penyebab penyakit hipertensi yang terakhir adalah merokok. Zat kimia yang terkandung dalam rokok dapat mengakibatkan pembuluh darah menyempit. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya tekanan dalam pembuluh darah dan jantung.

1. Nyeri pada Mata

Kebanyakan orang mengabaikan nyeri pada mata. Mereka berpikir hal ini disebabkan oleh kelelahan setelah bekerja di depan komputer seharian. Faktanya, hal ini juga mengindikasikan tekanan darah tinggi.

2. Batuk Terus-Menerus

Jika kamu terus-menerus batuk, bahkan ketika berbaring, waktunya untuk mengecek tekanan darah. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh tekanan darah yang terus naik.

3. Nyeri Dada

Nyeri dada tidak selalu menandakan penyakit jantung. Faktanya, nyeri pada dada yang samar atau sering, biasanya malah menandakan tekanan darah yang naik.

4. Kehilangan Minat

Kehilangan minat merupakan salah satu tanda hipertensi yang tidak umum. Kebanyakan orang kehilangan minat menjalani kegiatan mereka sehari-hari. Jika kamu merasakan hal yang sama, jangan diabaikan. Berkonsultasilah ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

5. Letih

Jika belakangan ini kamu merasa terus-menerus letih, baik secara fisik dan mental, alih-alih menyalahkannya pada beban pekerjaan, cobalah untuk mengecek tekanan darah.

6. Pusing

Pada beberapa kasus, ketika mengalami hipertensi, hal ini ditandai dengan rasa pusing. Jika hal ini terjadi, segeralah berbaring dan segerakan berkonsultasi dengan dokter.


Penyakit hipertensi terbilang merupakan penyakit berbahaya, meskipun begitu penyakit ini dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Berikut ini cara mencegah penyakit hipertensi yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

  1. Menjaga berat badan ideal, sebab berat badan berlebih dapat membuat kamu lebih berisiko terserang hipertensi.
  2. Olahraga rutin, seseorang yang aktif berolahraga akan lebih terhindar dari risiko terserang hipertensi. Lakukan jalan cepat atau bersepeda 2-3 jam setiap minggu.
  3. Konsumsi makanan rendah lemak dan kaya serat seperti roti dari biji-bijian utuh, beras merah, serta buah dan sayuran yang ampuh untuk mencegah hipertensi.
  4. Kurangi garam juga merupakan salah satu cara mengatasi hipertensi. Batasi dalam makanan, tidak lebih dari satu sendok teh.
  5. Kurangi konsumsi alkohol, sebab mengonsumsi lebih dari takaran alkohol yang disarankan, bisa meningkatkan risiko hipertensi.
Rekomendasi